Hujan lagi di kotaku, entah mengapa setiap hujan aku selalu teringat tentang kamu, lucu ya, seharusnya aku telah melupakannya, tapi sepertinya setiap tetes air hujan slalu membawa pula namamu dan kenangan kita. Aku merasa bodoh ketika hujan aku terdiam terpukau menatap tetesan mereka, dan tanpa tersadar otakku seperti memutar ulang semua kenangan yang pernah kita lalui. Aku lupa berapa kali kita melewati hujan bersama-sama, merasakan tetesannya dalam tawa, pelukan hangat. Ah~ seharusnya aku tak perlu seperti ini kan ? Merindukanmu lagi tapi tak berani menyatakannya padamu, padahal saat ini satu pesan singkatmu tlah menanti untukku balas. Tawamu, senyummu, tangan jahilmu, dan genggaman jemarimu saat aku kedinginan, aku merindukannya tahukah kamu?
Aku lupa hari itu tanggal berapa, saat kita seperti biasanya pergi berdua tanpa ada yang tau, tanpa aku pamit ke orangtuaku kalau pergi denganmu, kita ke kota walaupun kita tau langit beranjak gelap di atas sana, tapi kamu dan aku memang keras kepala tak pernah perduli dengan cuaca haha ahirnya hujan juga, dan parahnya disertai petir. Aku mengirimkan pesan singkat pada teman dekatku dia malah menertawakanku, menertawakan kita lebih tepatnya, dia bilang "kan aku sudah bilang di sini mau hujan deras, kalian ini keras kepala, banyak petir kan? Kalian dimana, bodoh ?" Well ya mungkin benar kita memang bodoh, meringkuk berdua diemperan toko, menikmati tubuh yang setengah basah, merasakan rintikan hujan sambil kedinginan tapi tetap bercanda dan tertawa, kamu menghiburku karna kamu tau aku takut sekali pada petir, makasih ya telah menghiburku, saat itu aku merasa nyaman dan beruntung sekali karna aku memilikimu :) kita menunggu hujan reda tapi tak reda-reda dan ahirnya kita memilih menerobos hujan bersama, kamu tau saat itu rasanya aku ingin masuk saja dalam jaketmu karna memelukmu pun masih terasa dingin menusuk tulang, aku tau kamu sebenarnya merasakan yang sama karna jemarimu yang erat menggenggam jemarikupun menggigil hebat. Ah kamu seharusnya kita tak perlu seperti itu kan menerobos hujan hingga ahirnya kita sama-sama sakit :')
Ya Tuhan, ini apa -_- aku malah semakin teringat semuanya tentang kamu, teringat bagaimana setelah itu malamnya kamu datang ke rumahku, dengan muka pucat dan jaket tebal abu-abumu, menggigil, aku hawatir, bodoh. Tapi kamu malah tersenyum manis sekali saat aku menghampirimu, menggenggam tanganku seperti biasa lalu memelukku, badanmu hangat, ya jelas, kamu sakit :') kamu juga bertanya 'badanmu hangat, apa kita merasakan yang sama?' Ahaha bodoh sekali, iyalah, aku sama-sama sakit sepertimu dan disitu aku menangis, ternyata kita memang konyol :'D kamu memintaku untuk duduk agar kamu bisa meletakkan kepalamu dipangkuanku, aku menurutinya lalu merasakan keningmu yang memanas, ah ya Tuhan aku rindu sekali saat-saat itu :'D
Kamu masih inget semua yang aku sebutin tadi ga ? Engga ya ? Iyalah engga, buat apa ga penting kok, aku aja yang kurang kerjaan inget-inget tentang ini :'D tapi serius gatau kenapa mengingat tentang kamu itu menyenangkan, rasanya ada yang terdamaikan, di sini ada yang hangat, hatiku :')
Aku merindukanmuuuuu aaak, engga, ini ga boleh berkelanjutan hehe, aku slalu takut saat aku mengingatmu kemudian merindukanmu dan pasti aku ingin kembali padahal semuanya udah ga mungkin, iya kan ? Hehe. Aku gatau kamu itu mantan terindahku apa bukan, karna bagi aku ga ada mantan yang indah, kalo iindah kenapa harus jadi mantan? Haha. Tapi iya, cuma tiap inget kamu aja rasanya menyenangkan, banyak yang membuncah di perasaanku, sedih senang dan tertawa, pengin nangis tapi ga bisa, kenangan kita terlalu indah untuk ditangisi, ya kan ? :D kalo sama yang lainnya sih engga biasa aja, eyaumpan jahat ga sih aku haha
Udah ya, cape ngetiknya, intinya satu, sore ini, aku merindukanmu, mantan :)a