Sabtu, 15 Maret 2014

terimakasih ya..

Selamat pagi 15 Maret 2014 :)
Selamat pagi mimpi dan harapan yang baru.
Saya memiliki mimpi itu, saya mulai merangkainya, dan saya akan mewujudkannya satu persatu, pasti! Doakan saya ya :)

Mulai hari ini saya janji saya tak akan lagi membuang-buang waktu yang saya miliki. Mimpi saya sudah ada di depan mata saya, tidak lagi 5cm seperti film terkenal itu. Tapi tepat di depan mata saya. Saya harus mencapainya. Sekeras apapun usaha yang harus saya lakukan.

Saya tahu, bila saya ingin mendapatkan sesuatu terkadang saya harus melepaskan yang lainnya. Kemarin saya sudah membuktikan perkataan saya tersebut.

Oiya pertama kali saya ingin mengatakan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mantan saya. Karna semenjak dia meminta saya untuk melepaskan dia saya belajar banyak hal, oh tidak bukan semenjak itu, tapi sejak pertama kali saya mengenal dia :D

Saya tidak berencana mengingat-ingat kembali apa yang telah saya alami dulu bersama dia. Saya hanya ingin mengatakan terimakasih banyak untuk beberapa hal yang pernah terjadi.

Terimakasih untuk pertama kalinya saya di ajarkan percaya pada orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, bukan lagi sekedar percaya yang biasanya, saya memercayakan hati saya untuk anda, memercayakan kisah hidup saya untuk diisi oleh anda, padahal sebelumnya tidak pernah, butuh banyak waktu bagi saya untuk mempercayai seseorang apalagi bila itu masalah hati, tapi dengan anda berbeda saya mempercayai anda saat saya belum benar-benar mengenal anda bertemu saja tidak apalagi mengenal, sekarang karna anda saya belajar lagi untuk tidak mudah percaya pada orang yang belum lama saya kenal :) anda mengajarkan saya banyak hal tentang 'kepercayaan', percaya tentang jarak, percaya mimpi yang anda berikan untuk saya, percaya soal harapan dan janji yang selalu anda sebutkan untuk saya, percaya soal keinginan anda setia kepada saya dan menjadikan saya yang terahir dalam hidup anda. Manis sekali kan apa yang anda pernah katakan dulu pada saya? Tapi tenang, saya tak akan menagihnya kok, ini sudah berlalu, dan ini akan menjadi alasan terimakasih yang selanjutnya :)

Terimakasih sudah mengajarkan saya cara mencintai yang benar. Meski kadang saya merasa tersakiti oleh anda, tapi itulah cinta yang sebenarnya, kadang ada rasa sakitnya juga tak selalu bahagia. Saya merasa telah mencintai anda dengan cukup baik dan benar. Kalau saya tidak mengenal dan kemudian mencintai anda pasti saya tidak akan percaya dengan kata-kata "cinta tak harus memiliki", ya kata-kata itu yang anda ajarkan pada saya secara tidak langsung. Anda yang membuat saya mencintai anda, tapi kemudian anda membuat saya harus melepaskan cinta saya. Wah, anda hebat sekali :) saya diajarkan dua hal sekaligus dalam hal mencintai :) dan dua hal itu saya lakukan demi anda.

Anda yang membuat saya sabar menunggu, padahal sebelumnya saya bukan tipe orang yang senang disuruh menunggu. Menunggu adalah hal yang menyebalkan bagi saya, tapi sekali lagi demi anda saya melakukannya, demi cinta saya juga. Saya menunggu kapan ada pertemuan di antara kita, menunggu kapan anda akan menemui saya atau saya menemui anda. Anda juga yang membuat saya sabar menghadapi kerinduan dan jarak, siapapun tau rindu yang ada dalam jarak itu pasti mengesalkan sekali, tapi anda berhasil membuat saya merasakannya dengan indah, terimakasih untuk sabarnya :)

Kemudian, sebentar saya coba mengingat-ingatnya kembali. Oiya, terimakasih telah mengajarkan saya caranya bertahan mencintai seseorang selelah apapun saya, ini termasuk dalam arti sabar apa bukan ya? Ah entahlah, yang jelas sebelumnya saya tidak pernah bertahan atau mempertahankan orang lain seperti saya mempertahankan anda, orang yang belum tentu menjadi jodoh saya. Saat bersama anda saya terlanjur percaya bahwa anda adalah orang terahir yang Tuhan kirimkan untuk saya maka dari itu saya selalu berjuang mempertahankan anda meski saya harus menikam hati saya sendiri mengubur ego dan keinginan saya saat anda menyakiti saya tanpa sengaja. Saya merelakan banyak hal demi mempertahankan anda, tapi karna mempertahankan anda pulalah saya diingatkan kembali 'saya bukan Tuhan', saya tak bisa membuat takdir hidup saya sendiri, kenyataannya Tuhan mengatur jalan yang lain, mempertahankan hanya untuk melepaskan kemudian.

Banyak hal yang ingin saya ucapkan, terimakasih-terimakasih yang lainnya, tapi maaf saya lupa apa saja yang harus saya katakan. Mungkin ini, terimakasih mengajarkan saya untuk tak menjadi anak kecil lagi, mengajarkan saya menjadi dewasa menurut persepsi anda walaupun sebenarnya saya heran, dewasa dibagian mananya? haha. Tapi memang karna mencintai anda saya belajar dewasa untuk beberapa hal, terimakasih ya :) terimakasih juga untuk mudik bersamanya, saya tahu anda mengorbankan banyak hal untuk itu demi saya, mungkin ini juga yang menjadi alasan anda meminta saya melepaskan anda, saya tak bisa berkorban seperti yang anda lakukan pada saya dalam hal ini, tapi apakah anda hanya akan melihat satu hal ini saja? Meminta saya membalas apa yang pernah anda saya lakukan untuk saya? Belajarlah untuk iklas. Maaf saya tak bermaksud menceramahi anda, baiklah ganti topik yang lain.

Oiya soal iklas, ada hal yang tak pernah saya lupakan. Terimakasih mengajarkan saya soal 'iklas', benar-benar bermakna sekali bagi saya. Anda secara tidak langsung mengajarkan saya bagaimana caranya iklas. Ya, lihatlah sekarang saya telah bisa iklas, sejak pertama kali anda meminta saya melepaskan anda. Saya iklas, saya percaya inilah kehidupan, ada roda yang berputar, tak selamanya saya bersama dengan apa yang saya inginkan, dalam hal ini, anda. Anda pasti tau betapa saya menginginkan anda menjadi yang terahir dalam hidup saya, menginginkan anda menjadi orang yang akan membimbing saya ke depannya nanti. Tapi karna iklas itulah saya tau, Tuhan memiliki jalan cerita sendiri, Dia akan memberi apa yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan. Mungkin iya anda adalah hal yang saya inginkan, tapi bukan untuk melengkapi masa depan saya yang masih panjang nanti.

Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana caranya untuk melepaskan seseorang yang sangat saya sayangi. Mengerti bahwa tak ada salahnya membiarkan orang yang kita sayangi bahagia dengan jalannya sendiri, tanpa kita. Sebenarnya berat sekali bagi saya, mengingat betapa beratnya saya memperjuangkan dan mempertahankan anda, saya tak bermaksud meminta balasan dari pada yang sudah saya berikan dan saya korbankan, saya sudah merelakan anda membawa pergi mimpi dan cinta saya untuk anda. Saya telah melepaskan anda. Ini indah sekali, saya merasa puas dengan diri saya sendiri. Ternyata saya bisa juga mempertahankan seseorang dan tak melepaskan secara sepihak. Anda yang meminta saya melepaskan anda, itu membuat saya merasa menang pada hati saya sendiri. Membuktikan janji pada diri saya sendiri. Terimakasih lagi ya. Saya tak menyesal pernah menangis untuk anda karna hal ini, karna dengan air mata saya yang terlihat sia-sia saya bisa melepaskan anda lebih mudah, dengan lega :)

Sekarang saya sangat bersyukur dengan hal-hal yang pernah terlewati bersama anda. Saya merasa kenyang menjadi orang yang mengorbankan banyak hal demi cinta. Saya merasa cukup bisa menahan ego saya demi orang yang saya sayangi. Kembali lagi pada perkataan saya sebelum kata terimakasih, melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Ya, semenjak saya melepaskan anda, saya bertemu dengan orang-orang hebat, yang menguatkan saya saat anda meninggalkan saya di titik terendah saya. Saya mendapatkan hal-hal yang dulunya sangat mustahil untuk saya dapatkan, dari hal terkecil sampai yang terbesar.

Kehilangan anda bukan pukulan bagi saya, tapi ini adalah titik balik terindah bagi saya :)

Kalau saya masih bersama anda pasti saya masih sibuk mencintai anda, mencintai orang yang belum tentu menjadi jodoh saya, padahal saya memiliki sesuatu yang harus saya cintai lebih dari apapun, Tuhan saya, saya sekarang sedang berusaha mencintai Dia dengan cara baik dan benar.

Kalau saya masih bersama anda mungkin saya masih sibuk dengan kenakalan saya, sekarang saya bersyukur setidaknya saya pernah merasakan jadi untuk masa depan saya tak perlu melakukannya lagi karna saya sudah tau rasanya menjadi anak nakal ;;)

Kalau saya masih bersama anda pasti saya masih sibuk mengumbar aurat saya, hanya demi terlihat indah di mata anda. Haha yang ini konyol. Tapi karna anda saya merasa kenyang sekali. Padahal saya tahu kewajiban saya, tapi bersama anda saya melupakannya, haha. Sekarang saya telah berubah loh :) setidaknya saya belajar menutup aurat saya, seperti dulu, saat jauh sebelum mengenal anda.

Dan lihatlah, saat bersama anda, anda pernah kan mengejek saya karna saya adalah orang yang tak pernah memiliki mimpi dan keinginan, tak seperti anda yang jelas mimpinya bagaimana. Tenang sekarang saya telah memilikinya, sekali lagi setelah anda meninggalkan saya, saya mendapatkan apa yang seharusnya menjadi mimpi terindah saya. Meski belum sepenuhnya saya dapatkan, tapi saya mulai merangkai dan mulai menjadikannya nyata satu persatu. Titik balik yang indah kan? Dengan melepaskan anda, saya memiliki jalan cerita kehidupan yang jelas alurnya. yang saya memiliki semangat begitu besar untuk mewujudkannya, tanpa pusing dengan ejekan anda :D

Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk segala hal, termasuk juga keinginan anda untuk meninggalkan saya. Terimakasih banyak :)

Semalam saya memimpikan anda lagi, setelah sekian lama anda tak pernah datang dalam mimpi saya. Di sana terlihat anda telah berbahagia dengan apa yang anda dapatkan. Seorang kekasih yang mau berkorban banyak hal untuk anda, tidak seperti saya. Saya senang, saya ikut bahagia dengan kebahagiaan anda, semoga tak hanya di bunga tidurku saja ya, semoga di kenyataannya anda merasakan yang sama.

Oiya, satu hal bolehkah saya meminta sesuatu pada anda? Saya mohon, maafkan saya soal apa yang pernah terjadi antara saya dengan anda. Saya akan meraih mimpi saya, doakan saya ya :) semoga Tuhan selalu melindungi dan menyayangi anda dimanapun anda berada :) aamiin

Tegal, 15 Maret 2014 08:22

Tidak ada komentar: