Selamat pagi 15 Maret 2014 :)
Selamat pagi mimpi dan harapan yang baru.
Saya memiliki mimpi itu, saya mulai merangkainya, dan saya akan mewujudkannya satu persatu, pasti! Doakan saya ya :)
Mulai hari ini saya janji saya tak akan lagi membuang-buang waktu yang saya miliki. Mimpi saya sudah ada di depan mata saya, tidak lagi 5cm seperti film terkenal itu. Tapi tepat di depan mata saya. Saya harus mencapainya. Sekeras apapun usaha yang harus saya lakukan.
Saya tahu, bila saya ingin mendapatkan sesuatu terkadang saya harus melepaskan yang lainnya. Kemarin saya sudah membuktikan perkataan saya tersebut.
Oiya pertama kali saya ingin mengatakan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mantan saya. Karna semenjak dia meminta saya untuk melepaskan dia saya belajar banyak hal, oh tidak bukan semenjak itu, tapi sejak pertama kali saya mengenal dia :D
Saya tidak berencana mengingat-ingat kembali apa yang telah saya alami dulu bersama dia. Saya hanya ingin mengatakan terimakasih banyak untuk beberapa hal yang pernah terjadi.
Terimakasih untuk pertama kalinya saya di ajarkan percaya pada orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, bukan lagi sekedar percaya yang biasanya, saya memercayakan hati saya untuk anda, memercayakan kisah hidup saya untuk diisi oleh anda, padahal sebelumnya tidak pernah, butuh banyak waktu bagi saya untuk mempercayai seseorang apalagi bila itu masalah hati, tapi dengan anda berbeda saya mempercayai anda saat saya belum benar-benar mengenal anda bertemu saja tidak apalagi mengenal, sekarang karna anda saya belajar lagi untuk tidak mudah percaya pada orang yang belum lama saya kenal :) anda mengajarkan saya banyak hal tentang 'kepercayaan', percaya tentang jarak, percaya mimpi yang anda berikan untuk saya, percaya soal harapan dan janji yang selalu anda sebutkan untuk saya, percaya soal keinginan anda setia kepada saya dan menjadikan saya yang terahir dalam hidup anda. Manis sekali kan apa yang anda pernah katakan dulu pada saya? Tapi tenang, saya tak akan menagihnya kok, ini sudah berlalu, dan ini akan menjadi alasan terimakasih yang selanjutnya :)
Terimakasih sudah mengajarkan saya cara mencintai yang benar. Meski kadang saya merasa tersakiti oleh anda, tapi itulah cinta yang sebenarnya, kadang ada rasa sakitnya juga tak selalu bahagia. Saya merasa telah mencintai anda dengan cukup baik dan benar. Kalau saya tidak mengenal dan kemudian mencintai anda pasti saya tidak akan percaya dengan kata-kata "cinta tak harus memiliki", ya kata-kata itu yang anda ajarkan pada saya secara tidak langsung. Anda yang membuat saya mencintai anda, tapi kemudian anda membuat saya harus melepaskan cinta saya. Wah, anda hebat sekali :) saya diajarkan dua hal sekaligus dalam hal mencintai :) dan dua hal itu saya lakukan demi anda.
Anda yang membuat saya sabar menunggu, padahal sebelumnya saya bukan tipe orang yang senang disuruh menunggu. Menunggu adalah hal yang menyebalkan bagi saya, tapi sekali lagi demi anda saya melakukannya, demi cinta saya juga. Saya menunggu kapan ada pertemuan di antara kita, menunggu kapan anda akan menemui saya atau saya menemui anda. Anda juga yang membuat saya sabar menghadapi kerinduan dan jarak, siapapun tau rindu yang ada dalam jarak itu pasti mengesalkan sekali, tapi anda berhasil membuat saya merasakannya dengan indah, terimakasih untuk sabarnya :)
Kemudian, sebentar saya coba mengingat-ingatnya kembali. Oiya, terimakasih telah mengajarkan saya caranya bertahan mencintai seseorang selelah apapun saya, ini termasuk dalam arti sabar apa bukan ya? Ah entahlah, yang jelas sebelumnya saya tidak pernah bertahan atau mempertahankan orang lain seperti saya mempertahankan anda, orang yang belum tentu menjadi jodoh saya. Saat bersama anda saya terlanjur percaya bahwa anda adalah orang terahir yang Tuhan kirimkan untuk saya maka dari itu saya selalu berjuang mempertahankan anda meski saya harus menikam hati saya sendiri mengubur ego dan keinginan saya saat anda menyakiti saya tanpa sengaja. Saya merelakan banyak hal demi mempertahankan anda, tapi karna mempertahankan anda pulalah saya diingatkan kembali 'saya bukan Tuhan', saya tak bisa membuat takdir hidup saya sendiri, kenyataannya Tuhan mengatur jalan yang lain, mempertahankan hanya untuk melepaskan kemudian.
Banyak hal yang ingin saya ucapkan, terimakasih-terimakasih yang lainnya, tapi maaf saya lupa apa saja yang harus saya katakan. Mungkin ini, terimakasih mengajarkan saya untuk tak menjadi anak kecil lagi, mengajarkan saya menjadi dewasa menurut persepsi anda walaupun sebenarnya saya heran, dewasa dibagian mananya? haha. Tapi memang karna mencintai anda saya belajar dewasa untuk beberapa hal, terimakasih ya :) terimakasih juga untuk mudik bersamanya, saya tahu anda mengorbankan banyak hal untuk itu demi saya, mungkin ini juga yang menjadi alasan anda meminta saya melepaskan anda, saya tak bisa berkorban seperti yang anda lakukan pada saya dalam hal ini, tapi apakah anda hanya akan melihat satu hal ini saja? Meminta saya membalas apa yang pernah anda saya lakukan untuk saya? Belajarlah untuk iklas. Maaf saya tak bermaksud menceramahi anda, baiklah ganti topik yang lain.
Oiya soal iklas, ada hal yang tak pernah saya lupakan. Terimakasih mengajarkan saya soal 'iklas', benar-benar bermakna sekali bagi saya. Anda secara tidak langsung mengajarkan saya bagaimana caranya iklas. Ya, lihatlah sekarang saya telah bisa iklas, sejak pertama kali anda meminta saya melepaskan anda. Saya iklas, saya percaya inilah kehidupan, ada roda yang berputar, tak selamanya saya bersama dengan apa yang saya inginkan, dalam hal ini, anda. Anda pasti tau betapa saya menginginkan anda menjadi yang terahir dalam hidup saya, menginginkan anda menjadi orang yang akan membimbing saya ke depannya nanti. Tapi karna iklas itulah saya tau, Tuhan memiliki jalan cerita sendiri, Dia akan memberi apa yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan. Mungkin iya anda adalah hal yang saya inginkan, tapi bukan untuk melengkapi masa depan saya yang masih panjang nanti.
Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana caranya untuk melepaskan seseorang yang sangat saya sayangi. Mengerti bahwa tak ada salahnya membiarkan orang yang kita sayangi bahagia dengan jalannya sendiri, tanpa kita. Sebenarnya berat sekali bagi saya, mengingat betapa beratnya saya memperjuangkan dan mempertahankan anda, saya tak bermaksud meminta balasan dari pada yang sudah saya berikan dan saya korbankan, saya sudah merelakan anda membawa pergi mimpi dan cinta saya untuk anda. Saya telah melepaskan anda. Ini indah sekali, saya merasa puas dengan diri saya sendiri. Ternyata saya bisa juga mempertahankan seseorang dan tak melepaskan secara sepihak. Anda yang meminta saya melepaskan anda, itu membuat saya merasa menang pada hati saya sendiri. Membuktikan janji pada diri saya sendiri. Terimakasih lagi ya. Saya tak menyesal pernah menangis untuk anda karna hal ini, karna dengan air mata saya yang terlihat sia-sia saya bisa melepaskan anda lebih mudah, dengan lega :)
Sekarang saya sangat bersyukur dengan hal-hal yang pernah terlewati bersama anda. Saya merasa kenyang menjadi orang yang mengorbankan banyak hal demi cinta. Saya merasa cukup bisa menahan ego saya demi orang yang saya sayangi. Kembali lagi pada perkataan saya sebelum kata terimakasih, melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Ya, semenjak saya melepaskan anda, saya bertemu dengan orang-orang hebat, yang menguatkan saya saat anda meninggalkan saya di titik terendah saya. Saya mendapatkan hal-hal yang dulunya sangat mustahil untuk saya dapatkan, dari hal terkecil sampai yang terbesar.
Kehilangan anda bukan pukulan bagi saya, tapi ini adalah titik balik terindah bagi saya :)
Kalau saya masih bersama anda pasti saya masih sibuk mencintai anda, mencintai orang yang belum tentu menjadi jodoh saya, padahal saya memiliki sesuatu yang harus saya cintai lebih dari apapun, Tuhan saya, saya sekarang sedang berusaha mencintai Dia dengan cara baik dan benar.
Kalau saya masih bersama anda mungkin saya masih sibuk dengan kenakalan saya, sekarang saya bersyukur setidaknya saya pernah merasakan jadi untuk masa depan saya tak perlu melakukannya lagi karna saya sudah tau rasanya menjadi anak nakal ;;)
Kalau saya masih bersama anda pasti saya masih sibuk mengumbar aurat saya, hanya demi terlihat indah di mata anda. Haha yang ini konyol. Tapi karna anda saya merasa kenyang sekali. Padahal saya tahu kewajiban saya, tapi bersama anda saya melupakannya, haha. Sekarang saya telah berubah loh :) setidaknya saya belajar menutup aurat saya, seperti dulu, saat jauh sebelum mengenal anda.
Dan lihatlah, saat bersama anda, anda pernah kan mengejek saya karna saya adalah orang yang tak pernah memiliki mimpi dan keinginan, tak seperti anda yang jelas mimpinya bagaimana. Tenang sekarang saya telah memilikinya, sekali lagi setelah anda meninggalkan saya, saya mendapatkan apa yang seharusnya menjadi mimpi terindah saya. Meski belum sepenuhnya saya dapatkan, tapi saya mulai merangkai dan mulai menjadikannya nyata satu persatu. Titik balik yang indah kan? Dengan melepaskan anda, saya memiliki jalan cerita kehidupan yang jelas alurnya. yang saya memiliki semangat begitu besar untuk mewujudkannya, tanpa pusing dengan ejekan anda :D
Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk segala hal, termasuk juga keinginan anda untuk meninggalkan saya. Terimakasih banyak :)
Semalam saya memimpikan anda lagi, setelah sekian lama anda tak pernah datang dalam mimpi saya. Di sana terlihat anda telah berbahagia dengan apa yang anda dapatkan. Seorang kekasih yang mau berkorban banyak hal untuk anda, tidak seperti saya. Saya senang, saya ikut bahagia dengan kebahagiaan anda, semoga tak hanya di bunga tidurku saja ya, semoga di kenyataannya anda merasakan yang sama.
Oiya, satu hal bolehkah saya meminta sesuatu pada anda? Saya mohon, maafkan saya soal apa yang pernah terjadi antara saya dengan anda. Saya akan meraih mimpi saya, doakan saya ya :) semoga Tuhan selalu melindungi dan menyayangi anda dimanapun anda berada :) aamiin
Tegal, 15 Maret 2014 08:22
Sabtu, 15 Maret 2014
Senin, 10 Maret 2014
5 years
Berikan saya lima tahun untuk mengejar mimpi-mimpi saya serta membahagiakan kedua orangtua saya. Dan selama jangka waktu lima tahun itu saya membebaskan anda meraih mimpi-mimpi anda serta mendapatkan apa yang anda inginkan.
Nanti setelah lima tahun itu berlalu. Anda harus melihat saya di sini, saya yang baru, saya yang bisa anda banggakan. Saya yang akan menjadi salah satu alasan kebahagiaan-kebahagiaan anda, dan saya yang akan selalu setia mendampingi anda di saat senang maupun susah anda.
Insya Allah, doakan saya ya, karna anda juga bagian terbesar dari doa-doa saya :) aamiin o:)
Cc : jodoh yang Tuhan masih siapkan untuk saya ;;) :D
Nanti setelah lima tahun itu berlalu. Anda harus melihat saya di sini, saya yang baru, saya yang bisa anda banggakan. Saya yang akan menjadi salah satu alasan kebahagiaan-kebahagiaan anda, dan saya yang akan selalu setia mendampingi anda di saat senang maupun susah anda.
Insya Allah, doakan saya ya, karna anda juga bagian terbesar dari doa-doa saya :) aamiin o:)
Cc : jodoh yang Tuhan masih siapkan untuk saya ;;) :D
Kamis, 06 Maret 2014
bizzare love triangle - frente
Every time I think of you
I get a shot right through
Into a bolt of blue
It's no problem of mine
But it's a problem I find
Living the life that I can't leave behind
There's no sense in telling me
The wisdom of a fool won't set you free
But that's the way that it goes
And it's what nobody knows
And every day my confusion grows..
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You say the words that I can't say
I feel fine and I feel good
I feel like I never should
Whenever I get this way
I just don't know what to say
Why can't we be ourselves
Like we were yesterday
I'm not sure what this could mean
I don't think you're what you seem
I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then I'll never see
Just what we're meant to be
I get a shot right through
Into a bolt of blue
It's no problem of mine
But it's a problem I find
Living the life that I can't leave behind
There's no sense in telling me
The wisdom of a fool won't set you free
But that's the way that it goes
And it's what nobody knows
And every day my confusion grows..
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
I'm waiting for the final moment
You say the words that I can't say
I feel fine and I feel good
I feel like I never should
Whenever I get this way
I just don't know what to say
Why can't we be ourselves
Like we were yesterday
I'm not sure what this could mean
I don't think you're what you seem
I do admit to myself
That if I hurt someone else
Then I'll never see
Just what we're meant to be
Rabu, 05 Maret 2014
040314 01:25
Selamat tidur anda, mimpi dan harapan. Sebenarnya saya lelah, juga tak ingin berharap lagi, bisakan bantu saya melepaskan semuanya? Ayolah~ saya sudah lelah sedari dulu tapi tak pernah bisa melepaskannya. Saya tau, anda tak pernah percaya tentang ini, maka dari itu saya ingin menyerah, karna lebih baik anda tak tau perasaan saya daripada anda tau tapi anda tak mempercayainya, itu sakit, ya di sini ada yang sakit, anda tak tau kan?
Saya mengerti, anda ingin mendapatkan kebahagiaan anda yang itu, yang baru saja anda ceritakan pada saya. Saya mendoakan anda, dengan lirih, berharap Tuhan mendengar doa anda dan doa saya tentang harapan anda, serta mengabulkannya. Manis sekali yah kebahagiaan yang anda inginkan itu, saya mendukung anda, selalu :) saya tahu anda berhak bahagia, berhak mendapatkan apa yang anda inginkan dan impikan. Karna itu saya perlahan mengalah, demi masa depan anda, saya tak ingin membebani anda tentang perasaan yang saya miliki.
Kemarin saya salah, ya salah karna telah lancang mengatakan semuanya pada anda, saya pun mengutuk diri saya sendiri, seharusnya saya bisa lebih menahannya. Tapi anda tak tau kan bagaimana rasanya menjadi saya? Hehe ya tak pernah tau. Fokus anda sekarang hanyalah kebahagiaan anda, bukankah itu berarti akan menjadi kebahagiaan saya juga? Semoga o:)
Saya mendukung anda apapun keputusan anda, saat ini langkah tepat yang harus saya pilih adalah membunuh hati saya, mematikan rasanya, menghilangkan mimpi dan harapan yang pernah ada. Saya tau ini akan terasa sulit sekali, karna saya telah sering mencobanya. Demi masa depan anda saya rela melakukannya. Sebenarnya saya ingin selalu berada di samping anda, menemani anda dari titik terendah anda sampai titik tertinggi anda, tapi sepertinya anda tak menginginkannya maka lebih baik saya berhenti. Saya hanya akan mengamati sosok anda dari jauh, mendoakan anda, ya mungkin itu lebih baik daripada saya mengganggu anda dan mimpi besar anda.
Saya akan slalu ada di sini saat anda membutuhkan saya, karna sebenarnya saya tak pernah bisa benar-benar pergi, saya hanya menyediakan ruang kosong di antara anda dan saya, bukan untuk di tempati orang lain. Hanya agar anda mengerti di antara jarak itu di sini masih ada saya yang setia mendoakan segala kebaikan tentang anda.
Anda semangat yah, jangan pernah menyerah, jangan mengeluh juga soal kehidupan. Memang semuanya berat, tapi bila anda bersyukur dan tetap berusaha pasti anda bisa. Semoga disuatu titik nanti saya akan ikut andil sebagai salah satu alasan kebahagiaan anda, aamiin o:)
Saya mengerti, anda ingin mendapatkan kebahagiaan anda yang itu, yang baru saja anda ceritakan pada saya. Saya mendoakan anda, dengan lirih, berharap Tuhan mendengar doa anda dan doa saya tentang harapan anda, serta mengabulkannya. Manis sekali yah kebahagiaan yang anda inginkan itu, saya mendukung anda, selalu :) saya tahu anda berhak bahagia, berhak mendapatkan apa yang anda inginkan dan impikan. Karna itu saya perlahan mengalah, demi masa depan anda, saya tak ingin membebani anda tentang perasaan yang saya miliki.
Kemarin saya salah, ya salah karna telah lancang mengatakan semuanya pada anda, saya pun mengutuk diri saya sendiri, seharusnya saya bisa lebih menahannya. Tapi anda tak tau kan bagaimana rasanya menjadi saya? Hehe ya tak pernah tau. Fokus anda sekarang hanyalah kebahagiaan anda, bukankah itu berarti akan menjadi kebahagiaan saya juga? Semoga o:)
Saya mendukung anda apapun keputusan anda, saat ini langkah tepat yang harus saya pilih adalah membunuh hati saya, mematikan rasanya, menghilangkan mimpi dan harapan yang pernah ada. Saya tau ini akan terasa sulit sekali, karna saya telah sering mencobanya. Demi masa depan anda saya rela melakukannya. Sebenarnya saya ingin selalu berada di samping anda, menemani anda dari titik terendah anda sampai titik tertinggi anda, tapi sepertinya anda tak menginginkannya maka lebih baik saya berhenti. Saya hanya akan mengamati sosok anda dari jauh, mendoakan anda, ya mungkin itu lebih baik daripada saya mengganggu anda dan mimpi besar anda.
Saya akan slalu ada di sini saat anda membutuhkan saya, karna sebenarnya saya tak pernah bisa benar-benar pergi, saya hanya menyediakan ruang kosong di antara anda dan saya, bukan untuk di tempati orang lain. Hanya agar anda mengerti di antara jarak itu di sini masih ada saya yang setia mendoakan segala kebaikan tentang anda.
Anda semangat yah, jangan pernah menyerah, jangan mengeluh juga soal kehidupan. Memang semuanya berat, tapi bila anda bersyukur dan tetap berusaha pasti anda bisa. Semoga disuatu titik nanti saya akan ikut andil sebagai salah satu alasan kebahagiaan anda, aamiin o:)
Selasa, 04 Maret 2014
020314
Tolong, saya sedang rapuh tentang anda. Bisakan anda memberikan saya jeda? sebentar saja, saya tak akan pergi, saya hanya butuh waktu untuk mengerti, menerima kenyataan bahwa harapan saya yang dari dulu ada itu tak berarti apa-apa, karna faktanya saya tidak memiliki dan tidak akan pernah memiliki kesempatan tentang anda.
never
Jangan baca catatan ini, ini hanya tentang orang bodoh yang terlalu banyak bermimpi untuk sebuah kesempatan yang tidak dan tak akan pernah menjadi nyata.
Tuhan, saya tidak pernah merasa lebih buruk dari ini, oh tidak bukannya tidak pernah, yang tepat adalah saya lupa kapan terahir kali saya seburuk sekarang, kacau. Saya merasa menjadi orang yang tak berguna untuk hati saya sendiri. Melakukan kesalahan kecil yang semestinya tak kulakukan. Saya tidak menyesal Tuhan, saya hanya kecewa, seharusnya saya tak perlu seperti itu bila kenyataannya sekarang malah membuat saya seperti ini.
Ini tak pernah membuat saya merasa lebih baik dari kemarin, kemarin saya hanya berharap, berharap saya memiliki kesempatan. Menyimpan harapan itu dalam hati rapat-rapat, tak perlu semuanya tau. Namun Tuhan, ternyata hati saya tak bisa berdusta, hati saya tak cukup kuat untuk menyimpan, saya terbiasa jujur dan mengungkapkan apa yang saya rasakan, salahkah saya Tuhan?
Kemarin saya menceritakan kepada seorang teman, 'apa yang harus saya lakukan saat saya menyukai seseorang?' Dia menjawab, seharusnya saya mengungkapkannya. Dia benar kan, memang sudah semestinya saya mengungkapkan, tapi saya takut Tuhan, takut saya akan tersakiti dengan kejujuran saya sendiri. Dan faktanya ketakutan saya benar adanya, sekarang saya tersakiti dengan kejujuran saya sendiri, benar-benar tersakiti.
Awalnya sedikit iseng mengatakan padanya, ya seperti yang pernah terjadi 6 tahun silam, tapi sialnya kali ini saya tak bisa menahannya. Saya mengungkapkannya, tanpa menimbang apa yang akan terjadi kemudian. Lalu Tuhan, saya tak tahu ini disebut jawaban dari ungkapan saya atau bukan, yang jelas setelah dia mengatakannya saya mengerti. Saya tidak memiliki kesempatan itu Tuhan, tidak dan tak akan pernah :')
Saya mengutuk diri saya sendiri, seharusnya saya sadar diri, harusnya saya mengerti tak perlu berharap tinggi pada apa yang belum tentu takdirmu. Seharusnya saya tahu, saya tak pernah memiliki kesempatan itu. Tapi saya tak pernah tahu dan tak pernah mengerti Tuhan, salahkah saya? Saya hanya menjalani apa yang ada difikiran saya, bukan bermaksud menyakiti diri sendiri dengan mengetahui kenyataan ini.
Sekarang beri tahu saya, saya harus bagaimana Tuhan? Hati saya remuk tak berbentuk loh ini, sulit dijelaskan betapa terlukanya perasaan saya sekarang, di dalam sini benar-benar tertusuk. Tertusuk mimpi dan harapan bodoh yang saya buat sendiri hahahahaha
Tuhan, saya tidak pernah merasa lebih buruk dari ini, oh tidak bukannya tidak pernah, yang tepat adalah saya lupa kapan terahir kali saya seburuk sekarang, kacau. Saya merasa menjadi orang yang tak berguna untuk hati saya sendiri. Melakukan kesalahan kecil yang semestinya tak kulakukan. Saya tidak menyesal Tuhan, saya hanya kecewa, seharusnya saya tak perlu seperti itu bila kenyataannya sekarang malah membuat saya seperti ini.
Ini tak pernah membuat saya merasa lebih baik dari kemarin, kemarin saya hanya berharap, berharap saya memiliki kesempatan. Menyimpan harapan itu dalam hati rapat-rapat, tak perlu semuanya tau. Namun Tuhan, ternyata hati saya tak bisa berdusta, hati saya tak cukup kuat untuk menyimpan, saya terbiasa jujur dan mengungkapkan apa yang saya rasakan, salahkah saya Tuhan?
Kemarin saya menceritakan kepada seorang teman, 'apa yang harus saya lakukan saat saya menyukai seseorang?' Dia menjawab, seharusnya saya mengungkapkannya. Dia benar kan, memang sudah semestinya saya mengungkapkan, tapi saya takut Tuhan, takut saya akan tersakiti dengan kejujuran saya sendiri. Dan faktanya ketakutan saya benar adanya, sekarang saya tersakiti dengan kejujuran saya sendiri, benar-benar tersakiti.
Awalnya sedikit iseng mengatakan padanya, ya seperti yang pernah terjadi 6 tahun silam, tapi sialnya kali ini saya tak bisa menahannya. Saya mengungkapkannya, tanpa menimbang apa yang akan terjadi kemudian. Lalu Tuhan, saya tak tahu ini disebut jawaban dari ungkapan saya atau bukan, yang jelas setelah dia mengatakannya saya mengerti. Saya tidak memiliki kesempatan itu Tuhan, tidak dan tak akan pernah :')
Saya mengutuk diri saya sendiri, seharusnya saya sadar diri, harusnya saya mengerti tak perlu berharap tinggi pada apa yang belum tentu takdirmu. Seharusnya saya tahu, saya tak pernah memiliki kesempatan itu. Tapi saya tak pernah tahu dan tak pernah mengerti Tuhan, salahkah saya? Saya hanya menjalani apa yang ada difikiran saya, bukan bermaksud menyakiti diri sendiri dengan mengetahui kenyataan ini.
Sekarang beri tahu saya, saya harus bagaimana Tuhan? Hati saya remuk tak berbentuk loh ini, sulit dijelaskan betapa terlukanya perasaan saya sekarang, di dalam sini benar-benar tertusuk. Tertusuk mimpi dan harapan bodoh yang saya buat sendiri hahahahaha
Langganan:
Postingan (Atom)