Dear Tuhan, maaf aku curhat lagi, karna sepertinya percuma menceritakan tentang satu hal ini pada umatMu, mereka tak akan mengerti bagaimana rasanya menjadi aku, karna akupun sebenarnya bingung dengan diriku sendiri yang merasakan hal ini lagi.
Dear Tuhan, tadi tanpa sengaja sekelibat bayangan tergambar dalam hayalanku, membayangkan dia sosok yang selama ini entah aku harus mendefinisikan dia sebagai apa dan posisi dia di hatiku adalah siapa aku tak tau, yang jelas aku tadi membayangkan seandainya dia nanti tak berjodoh denganku dan tiba-tiba ada satu surat undangan untukku yang bertuliskan namanya dengan wanitanya mengapa rasanya sakit ya, Tuhan ? Hehe. Ini aneh serius, kenapa aku harus merasa sakit dan merasa tak siap bila itu benar-benar terjadi ? Kenapa rasanya ada yang mengganjal padahal itu hanya sebuah hayalan belum menjadi nyata :'D kenapa rasanya aku ingin menangis padahal apa yang harus aku tangisi ? :'D
Sebenarnya konyol sekali kan Tuhan aku merasakan seperti ini, padahal dia bukan siapa-siapaku, bukan milikku, dia hanya orang yang dulu pernah hadir dan pernah begitu erat menggenggam hatiku tanpa sanggup ku lepas. Tapi Tuhan faktanya, setelah sekian banyak waktu berlalu, sekian banyak cinta yang datang dalam hidupku, mengapa hanya dengan orang itu saja aku merasa bila suatu saat nanti dia benar bukan jodohku aku tak pernah tau bagaimana aku bisa melihat mereka berdua hidup bahagia dengan anak-anaknya, ah Tuhan, mulai gila lagi kan aku -_- kenapa harus berfikiran sejauh ini :')
Tuhan aku tak tau apa yang kurasakan sekarang, kemarin belum lama aku slalu galau dan menangis karna orang yang meninggalkanku aku kira karna aku menyayanginya dan belum sanggup kehilangannya jadi aku merasa begitu, tapi kenapa sekarang ini semakin hari aku merasa sebenarnya aku sudah tak pernah memikirkan dia lagi tapi malah memikirkan yang lain, sosok yang ingin ku ceritakan ini, duh Tuhan, aku merasa aku ini sosok yang konyol sekali, kenapa menjadi begini, ya walaupun dulu juga sering begini tapi ini kan aneh, kemarin kan aku baru merasakan betapa sakitnya menjadi orang yang ditinggalkan tapi kenapa sekarang aku malah memikirkan sosok yang seharusnya telah jauh tertinggal ? -__- aku kira dia yang meninggalkanku telah benar-benar bisa menghapuskan sosok ini, telah berhasil menggantikan posisinya dalam hatiku tapi nyatanya saat dia memutuskan untuk pergi dan meninggalkanku aku malah kembali pada hati yang sama, memikirkan nama yang sama -,- ini aneh loh Tuhan, aku lupa kapan terahir kali aku begitu merindunya, merasa sesak saat aku memendam rasa tapi tak berani mengungkapkan, Tuhan tau ga sebenernya aku sedang merasakan apa ? Karna aku lupa perasaan ini ku sebut dengan apa :'D
Aku merasa bodoh, karna seharusnya aku tau aku sadar diri, tak semestinya aku merasakan ini lagi dan lagi, menjatuhkan hati pada nama yang sama padahal belum tentu dia merasakan yang sama, belum tentu dia memikirkan apa yang aku fikirkan. Kenapa sih Tuhan, mengiklaskan dan merelakan dia sangat susah sekali ? Padahal dengan yang lainnya sangat mudah bahkan cenderung aku tak peduli, tapi kenapa dengan yang ini benar-benar berbeda, aku harus berkali-kali memutar otak agar aku bisa melupakannya, aku harus memaksakan hatiku untuk menerima segalanya bahwa memang benar segala hal yang pernah terjadi antara aku dan dia hanya masalalu tak akan pernah terjadi di masa mendatang. Rasanya berat sekali Tuhan ┎_⌣ aku hanya seperti di pecundangi masalalu yang seharusnya telah aku lupakan dan aku tinggalkan dalam waktu yang lama, selama ini Tuhan lihat sendiri kan betapa banyak hati yang coba tuk ku singgahi dan ku persilahkan masuk ke dalam hatiku hanya agar aku bisa melupakan dia dan membiarkannya berlalu, faktanya sekarang aku terlihat seperti orang yang bodoh karna semuanya sia-sia, karna lagi-lagi aku KEMBALI :')
Tuhan aku tak ingin terlihat begitu menyedihkan lagi, tak ingin terlihat terlalu bodoh dan tak ingin merasakan sakit memendam rasa rindu yang tak perlu, aku tak ingin mengabaikan masa depanku hanya karna aku merindukan dia dan menyayangi dia bagian masalalu yang belum tentu jodohku, aku tak ingin Tuhan. Jadi bisakan kali ini ajari aku sekali lagi bagaimana caranya iklas, bagaimana caranya untuk mengerti takdirmu dan sedikit berharap semoga nanti meskipun dia bukan jodohku Engkau telah siapkan jodoh yang terbaik untukku dan untuknya, aamiin (‾ʃƪ‾) :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar