Selasa, 21 Januari 2014

tengah malam

Maaf, lagi lagi aku mengganggumu, mengganggu waktu tidurmu, satu kebiasaan yang lama tak kulakukan lagi. Maaf aku menyita waktumu yang seharusnya tak kau habiskan hanya untuk menemaniku. Maaf, menggetarkan handphonemu atau membunyikan nada yang dulu selalu ku ejek karena terlalu memekakkan telinga, tanpa ku tau alasan yang kau sebutkan saat itu hanya gurauan atau realita. Kau bilang itu demi agar kamu bisa membuka mata atau sekedar terjaga saat ada pesanku tengah malam seperti ini.
Sebenarnya ini apa ? Bukankah ini hal konyol yang seharusnya bisa kita hindari bersama, menghindari aku yang terlalu sering insomnia, dan kamu yang selalu merelakan dirimu untuk menemaniku menjagaku selelah apapun kamu. Lucu sekali saat kamu pura-pura benar-benar terjaga kemudian tertawa saat ku berkata "maaf, aku mengganggu tidurmu", seakan kamu memang telah terbiasa dengan semua ini, menertawai perkataanku yang sebenarnya memang sering ku ulang, hehe maaf ya mungkin aku memang bodoh :'D
Lalu yang terjadi selanjutnya adalah saling mengolok kebodohan kita, ataupun hal-hal aneh yang kita miliki, halah seaneh apapun aku juga kamu memiliki keanehan yang sama :p hahahaha bolehlah aku tertawa puas sekarang, memakimu dari sini. Berkacalah sungguh :p kamu tak pernah lebih baik dari aku dalam hal mengejek kejelekanmu haha
Kamu mungkin tau, kita pernah sama-sama dalam fase ini, saling merindukan tanpa berani mengungkapkan, hanya terdiam lalu tertawa bersama saling memaki diri sendiri dalam hati, atau mungkin mencurahkannya pada yang lain, yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kita. Rindu, rindu dan rindu. Rindu yang terpisah jurang atau tembok yah ? Haha yang jelas pemisahnya lebih besar dari rindu itu sendiri. Kita tlah mencobanya berulangkali, menembus penghalang itu bahkan tak jarang berniat menghancurkannya. Tapi tetap saja, apa yang kita inginkan tak selamanya menjadi apa yang kita dapatkan.
Kamu masih harus tetap disana, diujung rinduku, tanpa bisa ku gapai, meski begitu aku masih bisa merasakanmu, meski hanya sehelai rindu. Dan aku janji, aku masih akan tetap disini, diujung rindumu, meski tak bisa kau sentuh, aku harap kamu masih bisa merasakan rinduku padamu.

111113-02:16

Tidak ada komentar: