Aku gatau harus mulai semua ini darimana, yang aku tau aku harus menyelesaikannya sekarang, entah itu baik atau buruk bagiku dan bagimu.
Berat memang mengakuinya sekarang, setelah sekian lama waktu yang kita lalui bersama, aku memendamnya sendiri, dan kamu terdiam menikmati kisah ini yang
seharusnya membahagiakanmu dari awal sampai ahir, bukan menyakitimu seperti ini diujungnya.
Aaaah, sungguh berat sekali bagiku mengakuinya, kamu telah banyak membuang waktumu untuk melewatinya
bersamaku, maaf, maaf hanya itu yang bisa kuucapkan sekarang. Aku tak pernah tahu bahwa aku bisa sejahat ini padamu yang memiliki cinta tulus untukku.
Aku mencintainya, mencintai sosoknya diantara ragaku yang selalu bersamamu, tapi meski aku selalu bersamamu, jiwa ini setia temanimu, hatiku tak pernah mampu seperti itu, maaf :")
Dia bagian dari masalaluku, yang dulu pernah kucoba tuk tinggalkan, tempat ternyaman yang pernah ku temui dan
perlahan ku jauhi. Aku berlalu darinya bukan karna aku sudah tak lagi mencintainya, hanya saja keadaan
memaksaku perlahan pergi. Menjauh sedikit demi sedikit. Aku slalu mencobanya, melupakan bayang dan
semua kenangan tentangnya, meskipun dengan susah payah hatiku slalu bertekat aku harus bisa melepasnya.
Hingga disuatu titik aku menemukanmu, menemukan orang yang ku kira mampu mendamaikanku, orang yang ku anggap mampu mengusir pergi semua ingatan tentangnya. Aku tak pernah berniat menyakitimu dengan membawamu dalam lukaku, sungguh ! Aku hanya berusaha meyakinkan hatiku bahwa kamulah orang yang tepat, yang mampu membuatku mencintaimu sepenuhnya dengan melupakan cintaku padanya.
Aku selalu mencobanya, mencari celah dimana aku bisa menemukan satu ruang kosong dihatiku untukmu. Mengisinya dengan namamu, mengukir kenangan-kenangan indah yang lebih indah dari ceritaku dulu bersamanya. Dulu aku kira aku bisa, karna aku masih mempertahankanmu sejauh ini. Tapi nyatanya aku salah :") aku salah mengartikan semua yang saat ini kita jalani adalah sebuah cinta. Ini bukan cinta bila kau ingin tau :')
Mana mungkin ini adalah cinta bila bersamamu aku masih memikirkan dirinya, mana mungkin ini cinta bila bersamamu aku masih menghawatirkan keadaannya, dan mana mungkin ini cinta bila setiap saat dihatiku slalu membisikkan namanya bukan namamu.
Aku tau, ini kesalahan terbesar yang aku lakukan, mengatakan cinta padamu dimulutku padahal dihatiku mengatakan cinta untuknya. Aku sadar tak seharusnya aku memberimu kesempatan untuk masuk ke dalam cerita hidupku padahal aku hanya akan membiarkanmu
jatuh dalam luka yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. aku jahat, memang. Sekarang kamu boleh memakiku, mengatakan aku orang paling jahat sedunia yang pernah kamu kenal, kamu boleh mengatakannya !
Kemarin aku bertemu dengannya, pertemuan yang slalu ku hindari beberapa tahun terahir, karna aku tau akan ada luka lama yang terusik kembali jika menatap matanya. Aku tak merencanakan untuk menyelami binar
matanya lagi, tapi faktanya sekeras apapun aku mencoba, sekuat apapun aku menahan diriku untuk tak melakukannya, ahirnya aku tetap melakukannya. Dan di
sana masih ada cinta itu, masih ada kedamaian yang selama ini selalu aku cari dimatamu. Masih ada sehelai rindu yang menusuk mataku. sekarang aku bisa apa ? Semua yang kuharapkan ada padamu ternyata masih ada padanya. Sekarang aku bisa apa ? Menggenggam tanganmu pun tak pernah sehangat saat aku menatap matanya ? Aku tak mungkin melukaimu lagi dan lagi.
Maaf, aku harus mengakuinya sekarang, aku tau kamu akan membenciku, tapi aku lebih membenci diriku sendiri yang akan slalu menyakitimu bila tetap memaksakan hatiku bertahan denganmu.
Aku, masih mencintainya, penggalan kisah masalaluku, tempat ternyaman yang pernah kutemui dan kusinggahi, yang ternyata itu bukan kamu, maaf...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar