Dear Tuhan, terimakasih :) terimakasih karna telah mengujiku dalam hal ini untuk yang kedua kali. Terimakasih memberiku dua tahun jeda untuk mengerti arti dibalik semua ini.
Aku kuat Tuhan, aku tau itu, dan bukankah itu yang ingin Engkau tunjukkan padaku ? Aku slalu mencobanya kan memang, mempertahankan mereka berulang-ulang, berharap mereka tak pergi, meski ahirnya berlalu juga. Terimakasih menciptakan hatiku sekuat ini, setidaknya hatiku tak serapuh handphone cina yang sekali banting langsung mati, hehe. Maaf ya Tuhan aku mengajakMu bercanda, tak apa kan ? Aku ingin sedikit banyak bercerita padaMu, karna sepertinya umatMu mulai bosan mendengar ceritaku, (˘⌒ƪ)
Jadi gini Tuhan, aku masih ingat bagaimana dulu, dua tahun yang lalu kejadiannya ga jauh beda sama saat ini. Engkau menuliskan takdir yang indaaah banget, yang sebenarnya Tuhan kalo boleh jujur aku kurang bisa menerimanya saat itu, sampai aku muak marah dan benci sama semua orang, termasuk Engkau Tuhan. Maafin hambaMu ini ya o:) semua orang yang ada disisiku, yang aku sayang, yang aku anggap penting dalam hidup Engkau cabut takdirnya satu persatu-satu, kenapa bukan nyawanya yang dicabut aja sih Tuhan *eh :D maksudnya takdir mereka dalam lembaran kisah hidup aku. Hehe (maaf bercanda lagi)
Mereka pergi Tuhan, gitu aja tanpa alasan yang jelas, gimana aku ga marah coba dijauhin saat aku bener-bener butuh mereka, saat aku bener-bener bergantung sama mereka. Tuhan pasti tau kan gimana isi hatiku saat itu, hancur lebur :') haha. Aku ngerasa sendirian, tanpa siapa-siapa. Sampe aku aja lupa, aku masih punya Engkau. Maafin aku lagi ya Tuhan :')
Butuh waktu yang laaamaaa banget buat bisa nerima kenyataan itu, dan aku rasa saat itu aku bener-bener bukan manusia yang memiliki nyawa, duh -_- aku ga peduli sama semuanya, cuek sama semuanya, pokoknya I don't care whatever them do, whatever them say, and whatever them think about me. Ini hidup gue dan ga ada yang berhak ngusik gue. Gitu Tuhan prinsip aku pas itu :') jahat ya ? Apaan banget coba ngerasa ga butuh siapa-siapa dalam hidup haha
Tapi Tuhan, alhamdulillah, ahirnya Engkau ngizinin aku buat ngrasain lagi apa yang namanya kebahagiaan :') ngizinin aku punya temen deket lagi, ngizinin aku punya orang yang spesial dalam hidup, dan ngizinin aku buat dekat sama Engkau lagi, makasih banget :*
Engkau kirimkan satu teman yang baik yang bisa menggantikan mereka-mereka yang tlah pergi, menjadi tempatku berbagi cerita, berbagi suka, canda, sedih, tangis dan tawa. Ahaha lihatlah Tuhan betapa dia sangat berarti untukku. Bahkan aku menganggap ia saudaraku sendiri padahal ga ada ikatan darah di antara kami :') hampir satu tahun kami bersama sebagai seorang 'sahabat', dan ah Tuhan satu tahun itu bukan waktu yang singkat untuk sebuah kenangan dan kepercayaan. Tapi lagi-lagi takdirMu benar-benar indah, Engkau bawa takdirnya pergi lagi dari hidupku, dan pasti Engkau tau, aku berharap sekali saat-saat dua tahun yang lalu itu tak terulang lagi.
Terimakasih juga Tuhan, Engkau tlah menuliskan takdir dia seseorang yang sebenarnya sangat ku sayangi untuk hadir dalam hidupku. Orang yang bisa membuatku nyaman, membuatku tenang bila bersamanya, orang yang mau mendengarkan ceritaku, orang yang mau berbagi tangis tawa suka dan duka bersamaku, orang yang aku kira takdirnya tlah berhenti dengan takdirku, orang yang slalu aku perbincangkan denganMu. orang yang satu senyumnya saja mampu kembalikan semangatku saat aku lelah :') ah Tuhan dulu aku kira Engkau telah menuliskan namanya di lauhul mahfudz untuk jodohku, tapi nyatanya sekarang ini Engkau akan mengambil takdirnya dariku :') rencanaMu yang seperti apa lagi ini Tuhan ? :) tapi tenang Tuhan aku tak marah padaMu ataupun padanya. Setidaknya selama ini aku tlah coba menjaganya semampuku, menyayanginya sebisaku, mempertahankannya sekuat yang aku bisa, tapi aku tau Tuhan, Engkau lebih berhak dari segalanya. saat ini mungkin Engkau menuliskan takdirku untuk berhenti berjuang dan mengiklaskan dia pergi, maka ya beginilah aku Tuhan, berhenti berjuang dan mencoba mengerti hal-hal yang sebenernya aku ga ngerti aahaha
Satu hal Tuhan kejadian dua tahun yang lalu memang terulang lagi, semua yang aku miliki berlalu lagi, menjauh lagi, dan Kau ajarkan lagi bagaimana hidupku agar lebih kuat, tapi yang sekarang terjadi aku janji aku tak akan memaki Engkau lagi, tak akan menyalahkaMu lagi, tak akan membenciMu lagi Tuhan. Aku janji :*
Terimakasih untuk kado ahir tahunnya Tuhan, dan bolehkah aku meminta ? Jagalah mereka, orang-orang yang pernah menyayangiku dan aku menyayanginya, jagalah mereka slalu dalam lindunganMu, dan bahagiakanlah mereka Tuhan, aamiin (˘ʃƪ˘)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar