Jujur,
aku ingin menyerah sekarang, melepaskan semuanya dengan mudahnya tanpa berfikir
panjang, tanpa perlu memikirkan apa yang tlah terlewati dan apa yang akan
terjadi nanti, aku ingin melakukannya, sangat! Tapi saat ini terjadi, bukan
lagi bagaimana aku harus melepaskan, ini semua tentang apa yang sudah terlalu
banyak dikorbankan dan diperjuangkan. Tentang bagaimana aku mempertahankannya,
karna sungguh tak pernah mudah bertahan dalam keadaan seperti ini, aku
tersiksa.
Maaf,
aku kira aku kuat, mampu melewati semuanya dengan baik-baik saja, mengobatinya
sendiri tanpa kamu; orang yang seharusnya slalu ada di sini bersamaku apalagi
saat aku sedang terluka seperti ini. Aku benar-benar butuh kamu. Setidaknya
kamu bisa memberikanku semangat seperti yang dulu-dulu itu, satu hal yang
sering kamu lakukan untukku. Tapi semakin aku berharap, aku sadar semua ini
hanya akan semakin melukaiku, mengharapkan orang yang tak mengharapkanku. Aku
tak pernah tau kalau kehilanganmu rasanya akan semenyiksa ini.
Kamu
tau, aku ingin sekali berhenti, berhenti dari semuanya, dari segala hal yang
mengingatkanku akan kamu, tentang harapan dan semua mimpi kita, aku benar-benar
ingin berhenti dan lekas mengahiri lalu melupakan semuanya. Tapi kamu juga tau
kan, semua ini sudah terlalu lama bila harus dilupakan sekarang, entah berapa
coretan yang kamu buat dalam catatan hidupku, sebagian atau mungkin menutupi
semuanya, aaaaaaa.
Aku
gatau harus gimana sekarang, terus melangkah maju juga udah kamu larang, kamu
memintaku berhenti. Tapi kalo aku harus mundur, aku udah melangkah terlalu
jauh, tanpa aku tau harus mundur dari bagian yang mana. Kamu nyiksa aku :’)
kamu jahat :’) harusnya kamu ga usah buat aku percaya sama semuanya, harusnya
kamu ga biarin aku mimpi terlalu tinggi, harusnya kamu ga usah ngasih harapan
yang malah buat aku jatuh tanpa aku tau kalo sakit yang bakal aku rasain
sesakit ini.
Dulu
aku percaya semuanya karna aku yakin di hatimu benar-benar ada aku, di mimpimu
ada nama aku, karna aku yakin selama kamu mencintaiku dan aku mencintaimu kita
akan tetap bertahan dan saling mempertahankan seburuk apapun keadaan kita. Dulu
aku begitu mempercayai semuanya, meski kadang harus menutup luka yang kamu buat
dan mungkin ga kamu sadari. Dulu, dulu, dulu aaaaa!
Sekarang
aku harus gimana ? :’) memperdulikanmu pun sepertinya menjadi beban bagimu,
memperhatikanmu pun seperti membuatmu semakin jengah padaku. Sekarang aku harus
bagaimana ? apa kamu ingin aku benar-benar merelakannya ? melepaskan semuanya
dan melupakan semuanya ? kalo memang iya, baiklah, aku akan melakukannya,
seperti biasa, menuruti segala inginmu, perlahan ya :)) kalo aku
belum bisa sekarang maaf, tapi aku selalu nyoba, dan semoga nanti bisa, aamiin
Tegal, 2 Januari
2013 23:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar