jangan
jadikan aku seperti ini lagi, menjadi pelampiasanmu ketika kau lelah dengan
wanitamu di luaran sana. aku tlah merasa cukup, memafkanmu berkali-kali dalam
ketidak mampuanku mengertimu. aku lelah, merasa penuh dengan puluhan kali
ucapan maafmu yang terasa mengganjal, karna luka yang kemarin pun belum
mengering, tapi tlah kau bubuhi luka yang lain.
ah,
seperti apakah bentuk hati ku ini menurutmu, terlalu lapang untuk selalu
menerima maafmu yang tak mampu kamu kendalikan ? aku tak seperti itu-- aku
bukan malaikat, jika kamu ingin tahu, aku; seperti manusia yang lainnya, kadang
merasa lelah, ingin marah. awalnya aku memahamimu, mengertimu, karna yang aku
tau ini salahku karna tak mampu bahagiakanmu, sepenuhnya.
tapi
sejauh apakah salahku ?aku masih menyayangimu, memberimu cinta sesempurna yang
aku miliki, secuil pun tak akan dan tak ingin ku berikan pada yang lain, tak
sepertimu membaginya entah ke siapa saja, sosok lain yang tak pernah ku kenal.
aku masih tetap memujamu dalam tiap hela nafas.
kamu
mau yang seperti apa lagi bila cinta ini tlah seutuhnya milikmu ?apa belum
cukup ? apa maafku untukmu yang kemarin lalu belum mampu kuatkan hatimu hanya
berpihak padaku saja ? tak usah libatkan yang lain aku mohon, hatimu rapuh dan
sampai saat ini setelah sekian lama kita bersama meski di selingin oleh orang
lain di sisimu aku tak pernah mengerti, bagaimana aku bisa mendapatkan hatimu
seutuhnya, tak hanya ragamu saja ?
aku
hanya ingin meminta itu bila memang tak mampu kau bahagiakan aku menurut versimu,
aku memaafkanmu sungguh, selalu. kali ini aku mulai membiarkanmu, melepasmu
bersama berbagai wanita yang menurutmu terlihat lebih menarik, lebih mampu
bahagiakanmu, pergilah, aku tak akan menahanmu lagi.