Kesunyian,
kesendirian, entah apapun namanya itu.
Semuanya masih
bersamamu, meski hanya bayangmu saja.
Aku merindukanmu,
mengeja namamu dalam setiap kata yang mampu ku ucap di semua kalimat.
Kamu merajainya,
tanpa memberi celah sesentipun untuk sosok lain.
Kamu egois yah ?
haha. Terlalu kokoh namamu di sini, di sisi hati.
Aku menyimpannya
rapat, sampai pada saat rindu itu menjera seolah membunuhku dalam kesepian tak
berujung, tanpamu.
Aku masih
menyimpannya, mencintaimu dengan sepenuh hatiku.
Kamu indah, meski
tak selalu membahagiakan.
Lihatlah aku yang mencintaimu,
terkadang aku meneteskan air mata untukmu, sadarkah ?
Aku tak merasa tak
kau sakiti, tidak. Aku hanya menyesali kenapa ragamu terlalu jauh untuk ku
sentuh. Karna semestinya kamu pun tau, kamu semangat terbesarku.
Rindu ini pun tak
berpihak padaku, karna setiap ada rindu, setiap itu pula sosokmu tak mampu ku
gapai.
Ah, entah apapun
yang terjadi tetap saja, hati ini rindu ini masih berpihak padamu, lalu aku
bisa apa ?
Kamu melewati batas
anganku, merindukanmu pun seperti udara yang slalu ku hirup, setiap detik
setiap menit.
Coba fahami, aku
merindukanmu, itu saja.
Jakarta, kotaku yang jauh dari kotamu
10:09 11062013