Senin, 03 Juni 2013

nothing last forever V



Jakarta, 29 September 2004
Aku menatapmu dalam diam
Kau begitu mengagumkan
Aku mengagumi
Tak terkata, tak tertuliskan
Hanya sebuah tulisan
Yang dapat di torehkan oleh pena dalam duka
Aku mengagumi, ya, aku sangat mengagumimu.

Jakarta, 1 Oktober 2006
Kamu melewatiku
Melewati batas anganku
Yang sempat terhenti, tertahan
Ingin ku menyapamu
Namun anganku tak pernah mampu ku jadikan nyata
Karna rasa ini, terlalu besar
Hingga ku tak kuasa menyentuhmu

Jakarta, 29 Agustus 2011
Terdiam dalam luka dan duka
Aku meratap dalam sepiku
Ini terlalu cepat
Terlalu cepat waktu berlalu
kau bilang aku masih bisa melihatmu
Meski tak di tempat itu lagi
Tapi aku kecewa
Teramat kecewa, tak ada kamu lagi
Yang membuatku tegar akan semua
Aku semakin tehempas
Dalam ruang waktu yang tak ku ketahui
Ujungnya

hay kamu :) ini sebagian dari tulisan tulisanku untukmu yang hingga saat ini masih tersimpan rapi di sudut kamarku. maaf tak pernah memberitahumu,karna sebenarnya mungkin ini memang tak pernah berarti untukmu :) biar hanya aku yang tau, karna lewat tulisan tulisan tanganku ini, aku bisa sedikit mengurangi gundahku akan kamu, sayangnya sekian waktu lama berlalu pun kamu memang tak pernah tau.

kalau saja waktu masih memberikan sedikit ruang untukku menunjukannya padamu, ingin sekali ku berikan secarik kertas yang kini mulai usang itu, tentang perasaanku padamu, yang mungkin saja mampu menghentikanmu agar tetap bertahan di sini bersamaku, meski kenyataannya kini hanya serabut luka yang masih terpendam di ujung perbatasan ruang hidupku dan kematianmu :)


with love :)
khasanatunnisa, Jakarta, 21 September 2012 16:53

nothing last forever IV

"Sha kita putus aja ya? Aku udah ga bisa nerusin semua ini, maaf."
"Kenapa No ?" Keysha terhenyak, kenapa harus berahir ?
"Banyak yang udah ga cocok di antara kita, kamu juga tau itu kan ?"
"Tapi No, kita kan udah jalanin ini semua dari dulu, udah lama No."
"Sha, udahlah kita harus nentuin jalan hidup kita masing-masing, udah terlalu lama hubungan kita, aku bosen Sha."
                        ****
"Nino jangan tinggalin aku !" aku terjaga dari tidurku, mimpi itu, ah kenapa aku harus memimpikannya. itu terahir aku menangis di depanmu, apa kamu ingat ? sedih banget kenapa harus kejadian itu yang ada dimimpi aku.

aku masih ingat sekali, sore itu hari pertama di bulan September, hujan pertama di musim penghujan, kamu ngajak aku pergi jalan berdua, menyenangkan sekali, ga ada sedikitpun firasat kalo kamu bakal ninggalin aku.

setelah kita sampi di taman kota, kamu memegang tanganku seperti biasa, iya aku tau, pasti setelah itu kamu akan menyanyikan lagu untukku, tapi sore ini berbeda, kamu bilang ingin mengahiri hubungan kita, aku terkejut, kamu pasti bisa lihat ekspresiku, aku menatapmu, apa ini sekedar gurauanmu seperti yang dulu-dulu.

tapi kamu tetap saja kukuh pada keinginanmu, kamu bilang "di dunia ini ga ada yang abadi Sha, begitu juga hubungan kita." kemudian kamu berlalu pergi meninggalkan aku yang masih tak mengerti, salahnya aku apa No ?

aku hanya terdiam di tempat itu, tempat biasa kita bertemu, tempat pertama kali kamu bilang kalo hubungan kita ga cuma sekedar teman, atau sahabat, tapi sebagai sepasang kekasih. sakit banget berada di tempat itu senidirian, tanpa kamu yang baru saja mengahiri semuanya.

kemudian aku berlalu pergi, berusaha mengumpulkan serpihan serpihan hatiku yang baru saja tercerai berai. menyakitkan , setelah sekian lama kita bersama, 5 tahun. kamu tau kan itu bukan waktu yang sebentar buat jalanin hubungan ?kita pernah tersenyum, tertawa dan menangis bersama, mencoba meyakinkan kalo kamu sama aku pasti bisa ngelewatin semuanya, tapi kenapa harus berahir kaya gini ?

dan yang buat aku tambah ngrasa sakit besoknya kamu udah pergi sama cewe lain, segampang itu ?aku tertawa dalam sakitku, apa selama ini aku emang ga pernah ada di hati kamu sampe secepat itu kamu ngelupain aku ?kamu bahagia sekali jalan berdua bersamanya, lucu, aku jadi inget pas kita jalan berdua dulu, dulu aku yang ada di posisi cewe itu, bukan dia.

hmm, jadi sedih lagi deh ingetnya No, apa kamu masih inget semua itu ? :)

nothing last forever III

Kemarin aku melihat siluet bayangmu di ujung senja sore, kamu tersenyum. Aku membalas ,mungkin itu hanya halusinasiku ,tapi kamu masih saja berdiri di sana ,memandangku tersenyum penuh arti .
Sayup ku dengar kamu memanggilku, hey ada apa ?mimpikah aku ?perlahan kau menghampiriku dengan senyum itu ,hey senyum itu sangat aku kenal, senyum itu yang membuatku mengagumimu dulu.
Aku masih terdiam ,mencoba menyadarkan fikiranku, mungkin saja saat ini aku sedang bermimpi, karna kamu mungkin tau aku merindukanmu.
Kamu semakin dekat, kau ulurkan tanganmu ,cincin itu ,ah senang sekali kamu masih memakainya, apa itu pertanda kamu masih menempatkan aku di hatimu ?bukankah sebelum kau pergi kau tlah punya kekasih yg lain ?ah ,jelaskan padaku sekarang.
Aku menyambut uluran tanganmu ,berharap kau kan bercerita tentang semuanya. Dan saat aku menggenggam tanganmu, tiba-tiba saja kamu menghilang ,ternyata benar ,itu hanya halusinasiku di saat merindukanmu :)
With love :)
Khasanatunnisa ,Jakarta, 21:43 15092012

nothing last forever II

hay apa kabar ? tak terasa ya satu tahun tlah berlalu :), bagaimana kabarmu di sana ? baik-baik saja kan ? apa masih seperti dulu terlalu arogan dan tak memperdulikan diri sendiri ?aku tau kamu pasti tlah tenang di sana, tanpa aku ?iya aku tau tanpa aku kamu pasti lebih tenang :)
lucu deh kalo inget dulu, kasian kamu aku bawelin mulu, tapi ya inilah aku, karna aku gamau kamu kenapa kenapa. kamu selalu saja mengeluhkan sakitmu, tapi saat aku memerdulikanmu kamu bilang"nanti juga sembuh sendiri" haa samapai bosan sekali aku mendengarnya :D
aku tau kok sebelum kamu pergi kamu pernah bilang "jangan pernah tangisi kepergianku", iya selama satu tahun ini apa kamu tau ?aku ga pernah nangis loh, hebat kan aku ? ;) aku selalu inget omongan kamu "kalo kamu nangis, aku ga tenang di sana", aku gamau kamu ga tenang makannya aku ga pernah nangis :)
sekarang kamu udah tenang kan ? :) aku hanya merasa kehilangan, iya aku kehilangan sosok kamu, yang dulu semangatin aku, yang dulu slalu buat aku ceria, tapi itu dulu :) aku slalu mencoba tersenyum karna aku pengin kamu juga tersenyum di sana :)
masih inget ga pas dulu kita sering ujan-ujanan bareng sambil foto-foto ?aku masih nyimpen foto itu loh, ketawa sendiri kalo ngliat foto itu, muka kamu yang abstrak dan tawamu yang khas, tiap ngliat foto itu, berasa kembali lagi di masa itu, dimana masih ada kamu dan aku *hey ga boleh nangis :D*
kemaren sore aku pergi ke taman kota, di sana ada penjual mie ayam yang biasa kita datengin dulu, kamu tau ga dia tanya apa ?dia bilang "mba pacarnya kemana ?kok jadi jarang kesini sekarang", aku cuma tersenyum, apa aku harus menjelaskan kepergianmu satu tahun yang lalu ?
hari ini di ujung senja berteman rintik hujan, aku mendatangi tempatmu walau aku tau kamu slalu melarangku tiap aku ke tempat ini, tapi aku terlalu merindukanmu, hanya dengan melihat nisanmu pun aku mampu mengurangi sedikit kerinduanku :)

with love :)
khasanatunnisa , Jakarta, 11:35 15092012


nothing last forever 1



Aku berlari. Berlari menuju tempatmu.
Aku tak perduli tatapan tatapan orang lain yang melihatku berlari-lari, aku tak peduli.
Yang ku inginkan hanya satu, aku ingin melihatmu.
Semakin jelas bayangan-bayangan siluet tentangmu, tentang kita.
Ah, ya Tuhan aku hampir menangis.. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.
Hanya berlari, dan terus berlari.
Kenapa tempat itu terasa begitu jauh saat ini ?
Padahal dulu aku slalu bersamamu ke tempat ini, dan semuanya terasa dekat.
Aku terengah, ini terasa sangat menyakitkan, Tuhan. Beri aku kekuatan untuk bertahan, sebentar saja.
Aku masih terus berlari, dan saat aku mengenangmu, tanpa ku sadar airmata ini tlah mengalir teramat deras.
Aku terus berlari, tanpa memikirkan yang lain, pikiranku hanya satu, kamu.
Tuhan, tolong aku, biarkan aku kehabisan nafasku, tapi nanti, setelah aku melihatnya.
Aku masih terus berlari, aku telah sampai di gedung itu.
Semakin bertambah deras airmataku saat aku menemui suster penjaga.
Ya, aku menemukan namamu di sana. Di ICU .
Aku gemetar, aku terlalu lemah melanjutkan langkah kakiku.
Perlahan, aku menuju ruanganmu.
Dengan sisa-sisa kekuatanku, aku menujumu.
Tuhan kuatkan aku sebentar saja, walau aku tau ini terasa sangat menyakitkan.
aku berjalan perlahan, di sana ada keluargamu, menangis.
aku semakin tak tahan, aku semakin tak mampu melanjutkan langkahku.
tapi aku yakin masih ada sedikit harapan untukku di sana.
aku semakin mendekat.
ada kakakmu, orangtuamu, keluargamu, dan dia kekasihmu :)
masih terus menangis.
aku mencoba menahan tangisanku, dan mendekat ke arahmu.
aku tak kuasa menahan air mataku.
aku melihatmu tersenyum.
tersenyum dengan tenang.
aku sesali diriku yang menangis.
mengapa aku menangisi senyuman terahirmu ?
senyuman kedamaianmu yang dulu begitu menghangangatkanku.
senyuman yang sangat aku rindukan.
kau tlah tenang di sana, bersama sejuta kedamaian.
di ballut selimut hangat rumah sakit.
aku masih bisa melihat ragamu yang terbujur kaku, tersenyum dengan tulus padaku :)