Dengarkan, semua ini tentang kita, aku tak mengerti setelah sekian lama, 4 bulan bukan waktu yang singkat bukan ? aku mencintaimu, satu hal yang sepertinya belum pernah kau sadari dan mengerti.
Ini hanya seperti gema di antara deretan pegunungan itu, aku slalu mengucapkannya menunjukkan padamu semampu yang ku bisa, tapi gema memang hanya gema, hanya aku yang mendengarnya kembali, tapi kamu tidak.
Semuanya seolah tak berarti, apa yang tlah lama kita lalui, menjadi bagian cerita hidup, seperti tak ada harganya lagi dimataku, entah bagaimana di matamu ? kini lihatlah, aku memulainya lagi dari awal, menata hatiku lagi untuk sebuah nama bernama ‘cintamu’. Dulu semuanya tlah menjadi kebiasaaan untukku, bukan lagi hal yang asing. Tapi yang kemarin terjadi seperti mengambil sebagian dari kebiasaan yang pernah kita jalani, sungguh.
Ini bukan bagaimana cara kau menyakitiku secara perlahan, atau tentang bagaimana aku mencintaimu terlalu dalam. Harusnya semua memang terbuka dari awal ; hey bukankah itu memang maumu ? lalu yang ini apa ? bagian sekenario ceritamu yang mana ?
Apa sulitnya untuk terbuka ? menjadi dirimu sendiri dimataku. Karna semestinya kamu tau aku tlah sering mengatakannya bukan ? aku tak akan pernah menuntutmu lebih dari apa yang ada pada dirimu. Aku mencintaimu, dari setiap apa yang terlihat dan apa yang tak terlihat didirimu, dari semua apa yang dikatakan orang lain adalah kelebihanmu dan apa yang mereka katakan adalah kekuranganmu. Lalu kamu mau yang bagaimana lagi ? apa aku masih terlihat banyak menuntut padamu ? padahal aku pun tak pernah meminta semua waktumu untukku, hanya untuk aku.
Aku mencoba memahaminya sekarang, mengenal sudut hatimu yang ternyata belum mampu ku jamah. aku sedikit menyesalinya, kenapa harus terlambat menyadari bila memang semuanya kamu tutupi sekian lama, ah, ingin sekali saja aku tak mengeluh tapi nampaknya yang ini terlalu konyol untuk aku fahami.
Apa kamu fikir aku seperti bagian masa lalu- masa lalumu itu ? yang menyakitimu ? hingga perlu kau fahami lebih dalam lagi siapa aku dan bagaimana aku ? ahaha, tak mengertikah kamu ? dari awal bukankah sudah ku katakan aku terbiasa menjadi diriku sendiri, bukan menjadi sosok yang terlalu banyak berpura-pura apalagi menjadi orang lain. Aku bangga menjadi aku saat ini, apapun yang aku jalani apapun yang aku lakukan, ya itu lah aku, bukan siapa-siapa. Aku menghargai setiap ‘keterbukaan’, apalagi dengan yang namanya sebuah ‘kepercayaan’, itu adalah barang mahal. Jadi aku tak ingin sedikit saja menyia-nyiakan keercayaan yang orang lain berikan kepadaku, karna mendapatkannya pun susah.
Well, sekarang bolehkah aku bertanya, apa kamu benar-benar mempercayaiku ? aku tak meminta kamu untuk jadi seperti aku yang mempercayaimu lebih dari yang kamu tahu, tapi bolehlah sekarang aku tahu, apa kamu memang benar-benar mempercayaiku ?
Aku ingin memulainya dari awal lagi, memahamimu dari sudut yang tak banyak orang mengerti, dari sudut dimana aku lebih mengertimu daripada kamu mengerti dirimu sendiri, haha hebat banget kan aku ? aku mencintaimu, itu yang harusnya kamu tahu. Aku memulai dari awal lagi, bagaimana caranya untuk ‘mempercayaimu’
11 Juli 2013 08 : 45
Tidak ada komentar:
Posting Komentar