Sekeping hati yang pernah mencintaimu dan kamu
pun mencintainya.
Malam ini aku
tergelitik, menilisik sebagian kisah masa lalumu yang mulai usang, menatapnya
sendiri tanpamu tokoh utamanya. Aku hanya ingin tau sedikit bagaimana kisahmu
dulu dengan dia, mungkin ini aneh tapi aku hanya sedang berusaha mengubur sepi.
Entah kenapa temanya adalah kepingan masa lalumu.
Ah, aku menarik
nafas, dia mencintaimu, bisa aku rasakan dari tiap kata yang dia tuliskan
untukmu, mungkin cinta yang berbeda dari cinta yang saat ini ku miliki untukmu.
Aku tak ingin menjadi orang yang ‘sok tahu’ tentang segala hal yang berhubungan
dengan masa lalumu, tapi dari barisan tulisan-tulisan itu, dari tiap kalimat
yang tertera meski tak seluruhnya aku mengerti. Kamu mencintainya, entah dalam
artian cinta yang bagaimana, dan dia begitu tulus mencintaimu. Konyol sekali
rasanya bila saat ini kepingan itu hanya seperti buih tak berarti apa-apa.
Meski aku tak pernah tau bagaimana sekarang perasaan yang dia miliki ke
kamu dan bagiamana dengan perasaanmu kepadanya. Jujur, aku
mulai takut, takut kamu akan menyerah seperti kisahmu yang lalu itu, padahal
seharusnya masih bisa diperjuangkan sedikit demi sedikit masalah ujungnya hanya
Tuhan yang tau. Aku pun pernah menyerah atas apa yang dinamakan ‘restu orang
tua’. Lucu yah padahal hanya bermaksud pacaran walaupun pengin juga sih sampai
nikah sampai punya anak bla bla bla. Tapi itu masih terlalu jauh, jalanin aja
dulu masalah nanti udah ada yang ngatur sendiri, mungkin iya aku sendiri yang
berfikiran terlalu jauh ahirnya menyerah :’) haha
Melihat kisahmu
bersamanya jelas perbedaan jauh sekali dengan kisahku dengan masa laluku tapi
intinya sama aku dan kamu yang menyerah bukan mereka bagian masa lalu kita.
Terus bagaimana hubungan kita nanti ? apa kita akan sama-sama menyerah ? tanpa
berusaha mempertahankan ? aku gatau kenapa pertanyaan ini tiba-tiba menusuk,
aku tak ingin memberikan jawaban, aku tak ingin menyerah tapi kadang ucapan ga
sesuai sama apa yang dijalani.
Ini konyol sumpah,
haha. Hari ini tepat empat bulan kita, masih ada bulan-bulan lain untuk kita
kan ? aku memang tak pernah mengucap janji aku akan bersamamu selamanya, aku
hanya berharap pada takdir Tuhan yang menuliskan namamu di takdirku begitu juga
sebaliknya di takdirmu ada namaku jangan pernah berubah. Tapi siapa yang
mempertahankan ? balik ke diri kita sendiri kan ? kita yang akan berusaha
mempertahankan, tak melepasnya. Pertanyaannya satu, apa kita sama-sama bisa
mempertahankan ?
Kepingan masa lalumu,
aku ga bisa bayangin kalo aku yang ada di posisi cewe itu, melepaskanmu secara
sepihak, karna kamu yang mulai menyerah. Menahanmu pun percuma, karna memang
kamu udah melepaskan tanpa mencoba mempertahankan. Pasti sakit sekali ahaha :D
lalu kisah kita
bagaimana sayang ? apa akan bernasib sama ? sungguh, aku tak ingin menyerah
lagi pada sesuatu yang belum pasti takdir Tuhan, hanya karna egoku atau sudut
pandangku yang terlalu jauh hingga aku menyerah, melepaskan, aku tak ingin
lagi. Apa kamu berfikiran sama ? karna saat ini aku benar-benar mulai lelah
menjadi pecundang yang slalu menyerah, melapaskan dan di cap egois.
aku tak ingin menjadi pihak 'pelepas' sekali lagi. aku ingin mempertahankan kamu, kisah kita. tapi aku gatau apa kamu rasakan yang sama ? kalau suatu saat nanti kamu memilih untuk 'melepas', maka akan ku turuti, aku juga akan melepaskanmu.
Jakarta, kotaku yang jauh dari kotamu
26 Juni 2013 23 : 50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar