Selamat pagi kota yang menuliskan cerita tentang jarak dan
kerinduan
Kali ini pagi ku sambut dengan secangkir teh hangat yang
isinya mulai dingin karna terlalu lama ku diamkan. Sebenarnya ini jauh berbeda
dari pagi-pagi sebelumnya yang di temani secangkir kopi, bukan teh.
Tapi not bad lah, aku hanya ingin suasana yang baru, meski
kopi tetap jadi pilihan pertama. Ahir-ahir ini semua makanan dan minuman terasa
hambar di mulut. Tak berasa apa-apa. Semuanya pahit, meskipun aku memberi setoples
gula -_-
Beginikah yang namanya sakit ? tak ada yang menyenangkan,
semuanya hanya kepahitan dan kepahitan. Tak ada tenaga, separuh nyawa yang
terbang entah kemana. Semangat pun terbelah, antara menahan sakit dan terbebani
oleh tugas.
Ini sudah tiga hari, benar-benar dalam situasi dan kondisi
yang tidak menyenangkan, memaksakan diri untuk melakukan berbagai kegiatan,
tapi ujung-ujungnya bukan membaik tapi semakin memburuk. Memang sesuatu yang
dipaksa ga pernah memiliki manfaat.
Termasuk memaksa untuk tetap bertahan dalam hubungan yang
hambarkah ? his masih pagi, gak usah meracuni fikiran dengan hal-hal yang tidak
penting seperti cinta, well apa cinta benar-benar tidak penting ? haha
Semalem untuk kesekian kalinya, kecewa. Terlalu banyak
hal-hal yang mengecewakan di hidup ini. Dan setengahnya membuat aku bosan dan
jenuh untuk menjalani kisah itu lagi. Tapi anehnya aku masih bertahan, entah
dengan lapisan hati yang keberapa, yang jelas aku masih mempertahankannya. Well,
mungkin ini belum saatnya untuk berpisah -_-
Dan pagi ini, membolos dan menghilang dari penatnya ruangan
yang berisi ibu-ibu ngerumpi mungkin jadi pilihan terbaik, aku lelah. Mendinginkan sejenak isi kepala bukan hal yang
buruk kan ? semuanya hanya seperti domino yang jatuh saling menumpuk di
fikiran, aku ingin terbebas meski hanya satu hari dari tujuh hari yang aku
miliki, juga dari dia.
Jangan tanyakan kemana aku dimana aku, nanti aku kembali,
pasti, mungkin dengan aku yang baru, tak seperti aku yang janggal ini, menatap
semua orang dengan tatapan aneh dan menyebalkan. Ini hariku, siapapun tek
berhak menggangguku. Tak terkecuali kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar