Apa mungkin iya aku yang sering terluka.
Aku memang memaafkan, dengan mudahnya, melupakannya juga,
tak ingin ku ingat.
Tapi salahkah jika aku memafkan tapi aku tak ingin
mempercayainya lagi ?
Bagiku cukup tersakiti satu kali, tak ada yang kedua kali
apalagi yang ketiga dan seterusnya.
Karna satu kali pun lukanya terkadang masih terasa sesak.
Salahkah aku ? bila kini aku tak mempercayai mereka lagi,
yang pernah menyakitiku.
Aku biarkan mereka hadir lagi, datang kembali dalam sisian
cerita hidup.
Tapi bukan sebuah masalah kan jika mereka kembali namun aku
tak seperti dulu lagi ?
Aku memaafkan sungguh, meski mereka menyakitiku dengan cara
halus sekalipun, tak teraba oleh indraku.
Sekarang mereka kembali, lihatlah.
Aku masih menemani mereka bukan ? mengajak mereka berbicara,
biasa-biasa saja, tak ada jarak.
Hanya mungkin iya, aku tak seperti dulu.
Aku tak ingin membuat batas, namun luka itu begitu kokoh,
menjadi pembatas.
10:09 09062013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar