Selasa, 18 Juni 2013

cinta yang bagaimana ?


Cinta yang kaya gimana sih ini ?
Haha . beberapa hari ini aku sering tertawa dengan pertanyaan semacam ini, hampir semua temen deket aku bilang ini, jangan anggep temen deket aku banyak yaa, hanya beberapa nol koma nol nol nol tak terhingga persen dari milyaran makhluk di bumi.
Yang pertama, tante.
Hmm. Dia adalah sosok yang paling banyak dan paling lama mencorat coret mozaik hidup aku selain ayah, mamah dan dua jagoan kecil. Langsung ke topiknya aja. Dia itu aneh, iya bagaimana ga aneh, seneng marah-marah ga jelas, sebenernya sih sebelas dua belas sama aku. Haha. Moodian banget. ~errr
Sisi aneh pertama, dia sangat bisa mempertahankan hubungan yang dia jalani, sejenuh apapun, dan semembosankan apapun hubungannya. Paling anehnya lagi, dia selingkuh. Ya selingkuh. Membagi cinta dengan yang lain selain pacar aslinya (emang ada yang KW ?) selingkuhnya ga tanggung-tanggung lagi, dengan hebatnya mempertahankan dua cinta sekaligus dalam waktu bersamaan dan jangka yang panjang, ga kaya peselingkuh lainnya, well dia selingkuh selama dua tahun, disaat berpacaran dengan pacarnya selama lima tahun dalam waktu yang bersamaan. Cinta yang bagaimana sih ini ? haha
Tapi yang lebih mengherankan semuanya gagal. Iya. Gagal, ga ada yang berhasil. Yang satu karna alesan suku budaya dan tetek bengek lainnya yang berbeda. Nenek aku masih memegang norma-norma adat dan kesukuan, yang selanjutnya gausah di jelasin deh ribet, sebenernya aku sama tante masih belum menerima dengan akal alesan ini, tapi ya gitu sih, adaaaa aja hal-hal yang ga bisa dimengerti di dunia ini.
Yang kedua, ini sih emang cowonya aja yang ga ada keniatan, yang ga bisa memberikan kepastian mau dibawa kemana arah hubungan sebenernya. Gimana sih yah yang namanya hubungan selama apapun pasti butuh kepastian ‘mau dibawa kemana’ kan ? finally tante melepaskan dua-duanya, idih aku maki dia abis-abisan tuh. Tapi dia bilang dengan bijaknya “well, siapa yang tahu nasib kita  lima detik setelah ini ?” aku tutup mulut, langsung.
And then, sekarang dia di sini dengan ‘pacar baru’nya. Bukan, kata tante ‘cabo’ calon bojo. Cause dia yakin dengan sepenuhnya akan berlabuh pada yang ini. Haha :D dan dia bertanya “cinta yang bagaimana sih ini ?”
Yang kedua. Mas mantan. *eh
Sekian lama menipu diri dengan mengatas namakan cinta ? idih cinta yang bagaimana lagi sih ini ? sungguh banyak hal yang baru aku mengerti setelah dua tahun kepergian dia, kemenghilangan dia, aku kira dia udah ketilep ketelen black hole *alay* haha
Kemarin, belum lama, dia dateng lagi, bukan untuk kembali sih, tapi untuk menjemput masa depanne kata dia, gatau kenapa diperjalanan itu ketemu aku lagi, marah-marah kemarin dia ke aku, apa maksudnya ? emang apa salah aku ? ckck. ‘menemukanmu dalam waktu yang salah dan tidak pernah tepat itu menyebalkan’ itu kata dia, yampun -_-
Tak pernah saling mencintai tapi mengatakan mencintai, apasih maksudnya ? nalar dia jauh di atas nalarku, mungkin yang lain juga akan susah mengerti. Just for fun. Terikat tapi tak saling ‘merasa’ memiliki, tempang. Etdah aku baru tau ada cinta serumit itu. Dia tak pernah memiliki, tapi menjalani. Mengatas namakan cinta. Belibet deh kayane kalo cerita tentang dia. Pada intinya dia Cuma bilang ‘aku gatau kapan takdir aku akan berhenti, mengenangmu sebagai obat di tengah bobroknya hidup yang aku jalani apa itu sebuah kesalahan ?’ 
Well dia melepaskan sosok yang sudah dua tahun terahir ini menjadi bagian dari status ‘saling memiliki’ nya itu. Dengan alasan simple ‘aku ga pernah merasa meminta dia menjadi bagian hidup, dan dia juga ga pernah meminta aku menjadi bagian hidupnya’ loh loh ? cinta yang bagaimana sih ini ? aneh -_-
Yang ketiga, teman yang baru aku kenal beberapa bulan terahir tapi sepertinya dia udah jadi bagian cerita yang sulit di buang :D
Ini kejadian baru kemarin belum ada sebulan, mengawali hubungan menjadi sosok lain yang bukan dirinya sendiri, udah salah dari awal sih yah, tapi ga ini sebenernya Cuma ‘iseng’ tapi gatau gimana cara mengahirinya malah menjadi kesalahan yang ga ada ujungnya.
Cinta yang bagaimana sih ini ? mungkin ini yang dinamakan ‘cinta datang pada situasi, kondisi dan waktu yang tidak tepat’ . kenapa harus jadi orang lain dulu baru bisa mencintai atau di cintai ?
Mencintai saat diri sendiri menjadi orang lain yang bukan diri sendiri ternyata cukup rumit dan menyebalkan. Dan di cintai saat bukan menjadi diri sendiri adalah hal menyakitkan selain penyebab menyakitkan yang lain. Apakah ini cinta yang absurd ? cinta yang penuh kebohongan iya, tapi tetap saja namanya cinta kan ? datang dari dua hati yang saling terikat oleh sebuah ‘kenyamanan’. Kenapa harus membohongi bila memang iya perasaan itu ada meski terlambat disadari.
Di sinilah ke engga jelasan itu terjadi, sisanya sih galau-galau gitu, gatau salah siapa saat kita berusaha menjadi diri sendiri, tapi kayanya yang di sana lebih menerima saat kita menjadi ‘orang lain’.  Yang ada semuanya semakin ga jelas, dan semakin menjauh, aku sebagai temannya dengan sekuat tenaga berusaha ngeyakinin dia temen yang baik hati, semuanya belum berahir ({}). But, ya inilah hidup, butuh waktu untuk menutup luka yang terlanjur terbuat, tapi sekali lagi, cinta yang bagaimana sih ini ?
Yang terahir, ade kelas dari jaman puber :D
Dia galau, segalau-galaunya, galau tahap ke empat mungkin, sebenernya sih  ga beda jauh sama yang lagi aku alamin *uhuk. Tapi dia punya cara dan pandangan yang berbeda dari aku, pasti lah, masa mau sama haha
Komunikasi. Satu kata yang terdengar simple tapi susah banget buat di jadiin kenyataan. Miss comunication seringnya sih itu, si dia maksudnya A, kita nangkepnya beda lagi. Ga sesuai. Ahirnya salah faham, ujung-ujungnya sih ribut.
Biasanya ada salah satu pihak yang merasa dirinya ‘paling benar’ sendiri, hingga pihak lainnya di sudutkan dan menjadi terdakwa. Cape sih cape aja, tapi kita kan cewe *ups. Gausah melimpahkan kecapean, dan menjadikan kami menjadi sosok yang paling bersalah karna di anggap manja, tidak dewasa, tak ada pengertian, egois dan hal-hal menyebalkan lainnya *curcol* haha
Katanya sih, si cowo sibuk. Gatau sibuk apa, karna lagi-lagi komunikasi ternyata emang udah jarang ada, hanya percakapan-percakapan singkat yang kosong, hambar. Dan si cewe, ya wajarlah, katanya ‘pacar’. Kan ada sesi pengin di perhatiin, pengin di mengerti, pengin di dengarkan, ga Cuma mengerti aja tanpa pengertian balik. Tapi ya itu, dunia kayanya kebalik deh, malah jadi si dia yang ngerasa kalo si cewe ini ga ada pengertian kurang dewasa, egois dan sebagainya, well siapa sih ‘si egois’ yang sebenernya ?
Jarang ketemu. Itu masalah selanjutnya, karna lagi-lagi akibat percakapan hambar dan sedikitnya waktu yang di sediakan, permasalahan-permasalahan itu menumpuk seperti helaian baju yang tlah usang di sudut lemari. Menumpuk, terabaikan. Berfikir bila nanti ada waktu untuk ketemu mau di bicarakan dengan tuntas. Hey ? emang kamu siapa berasa bisa ngatur waktu ? haha. Cobalah menyelesaikan masalah detik dan menit itu juga, jangan di diemin, Cuma jadi bom waktu, yang ahirnya siapa lagi yang akan di salahkan ? bukan si ‘Mr. Right’ pastinya !
Tadi dia cerita panjang lebar tentang hubungannya, aku sih Cuma ketawa aja, haha. Karna faktanya aku juga sedikit sama mengalaminya juga. Cuma nunggu waktu kapan bom waktu itu akan meledak, beris sedikit penjelasan buatku dan teman yang satu ini bila kalian mengerti, cinta yang bagaimana sih ini ? :D

Tidak ada komentar: