Cinta yang kaya
gimana sih ini ?
Haha . beberapa hari
ini aku sering tertawa dengan pertanyaan semacam ini, hampir semua temen deket
aku bilang ini, jangan anggep temen deket aku banyak yaa, hanya beberapa nol
koma nol nol nol tak terhingga persen dari milyaran makhluk di bumi.
Yang pertama, tante.
Hmm. Dia adalah
sosok yang paling banyak dan paling lama mencorat coret mozaik hidup aku selain
ayah, mamah dan dua jagoan kecil. Langsung ke topiknya aja. Dia itu aneh, iya
bagaimana ga aneh, seneng marah-marah ga jelas, sebenernya sih sebelas dua
belas sama aku. Haha. Moodian banget. ~errr
Sisi aneh pertama,
dia sangat bisa mempertahankan hubungan yang dia jalani, sejenuh apapun, dan
semembosankan apapun hubungannya. Paling anehnya lagi, dia selingkuh. Ya selingkuh.
Membagi cinta dengan yang lain selain pacar aslinya (emang ada yang KW ?)
selingkuhnya ga tanggung-tanggung lagi, dengan hebatnya mempertahankan dua
cinta sekaligus dalam waktu bersamaan dan jangka yang panjang, ga kaya
peselingkuh lainnya, well dia selingkuh selama dua tahun, disaat berpacaran
dengan pacarnya selama lima tahun dalam waktu yang bersamaan. Cinta yang
bagaimana sih ini ? haha
Tapi yang lebih
mengherankan semuanya gagal. Iya. Gagal, ga ada yang berhasil. Yang satu karna
alesan suku budaya dan tetek bengek lainnya yang berbeda. Nenek aku masih
memegang norma-norma adat dan kesukuan, yang selanjutnya gausah di jelasin deh
ribet, sebenernya aku sama tante masih belum menerima dengan akal alesan ini,
tapi ya gitu sih, adaaaa aja hal-hal yang ga bisa dimengerti di dunia ini.
Yang kedua, ini sih
emang cowonya aja yang ga ada keniatan, yang ga bisa memberikan kepastian mau
dibawa kemana arah hubungan sebenernya. Gimana sih yah yang namanya hubungan
selama apapun pasti butuh kepastian ‘mau dibawa kemana’ kan ? finally tante
melepaskan dua-duanya, idih aku maki dia abis-abisan tuh. Tapi dia bilang
dengan bijaknya “well, siapa yang tahu nasib kita lima detik setelah ini ?” aku tutup mulut,
langsung.
And then, sekarang
dia di sini dengan ‘pacar baru’nya. Bukan, kata tante ‘cabo’ calon bojo. Cause dia
yakin dengan sepenuhnya akan berlabuh pada yang ini. Haha :D dan dia bertanya “cinta
yang bagaimana sih ini ?”
Yang kedua. Mas mantan.
*eh
Sekian lama menipu
diri dengan mengatas namakan cinta ? idih cinta yang bagaimana lagi sih ini ?
sungguh banyak hal yang baru aku mengerti setelah dua tahun kepergian dia,
kemenghilangan dia, aku kira dia udah ketilep ketelen black hole *alay* haha
Kemarin, belum lama,
dia dateng lagi, bukan untuk kembali sih, tapi untuk menjemput masa depanne
kata dia, gatau kenapa diperjalanan itu ketemu aku lagi, marah-marah kemarin
dia ke aku, apa maksudnya ? emang apa salah aku ? ckck. ‘menemukanmu dalam
waktu yang salah dan tidak pernah tepat itu menyebalkan’ itu kata dia, yampun
-_-
Tak pernah saling
mencintai tapi mengatakan mencintai, apasih maksudnya ? nalar dia jauh di atas
nalarku, mungkin yang lain juga akan susah mengerti. Just for fun. Terikat tapi
tak saling ‘merasa’ memiliki, tempang. Etdah aku baru tau ada cinta serumit
itu. Dia tak pernah memiliki, tapi menjalani. Mengatas namakan cinta. Belibet deh
kayane kalo cerita tentang dia. Pada intinya dia Cuma bilang ‘aku gatau kapan
takdir aku akan berhenti, mengenangmu sebagai obat di tengah bobroknya hidup
yang aku jalani apa itu sebuah kesalahan ?’
Well dia melepaskan
sosok yang sudah dua tahun terahir ini menjadi bagian dari status ‘saling
memiliki’ nya itu. Dengan alasan simple ‘aku ga pernah merasa meminta dia
menjadi bagian hidup, dan dia juga ga pernah meminta aku menjadi bagian
hidupnya’ loh loh ? cinta yang bagaimana sih ini ? aneh -_-
Yang ketiga, teman
yang baru aku kenal beberapa bulan terahir tapi sepertinya dia udah jadi bagian
cerita yang sulit di buang :D
Ini kejadian baru
kemarin belum ada sebulan, mengawali hubungan menjadi sosok lain yang bukan
dirinya sendiri, udah salah dari awal sih yah, tapi ga ini sebenernya Cuma ‘iseng’
tapi gatau gimana cara mengahirinya malah menjadi kesalahan yang ga ada
ujungnya.
Cinta yang bagaimana
sih ini ? mungkin ini yang dinamakan ‘cinta datang pada situasi, kondisi dan
waktu yang tidak tepat’ . kenapa harus jadi orang lain dulu baru bisa mencintai
atau di cintai ?
Mencintai saat diri
sendiri menjadi orang lain yang bukan diri sendiri ternyata cukup rumit dan
menyebalkan. Dan di cintai saat bukan menjadi diri sendiri adalah hal
menyakitkan selain penyebab menyakitkan yang lain. Apakah ini cinta yang absurd
? cinta yang penuh kebohongan iya, tapi tetap saja namanya cinta kan ? datang
dari dua hati yang saling terikat oleh sebuah ‘kenyamanan’. Kenapa harus membohongi
bila memang iya perasaan itu ada meski terlambat disadari.
Di sinilah ke engga
jelasan itu terjadi, sisanya sih galau-galau gitu, gatau salah siapa saat kita
berusaha menjadi diri sendiri, tapi kayanya yang di sana lebih menerima saat
kita menjadi ‘orang lain’. Yang ada
semuanya semakin ga jelas, dan semakin menjauh, aku sebagai temannya dengan
sekuat tenaga berusaha ngeyakinin dia temen yang baik hati, semuanya belum
berahir ({}). But, ya inilah hidup, butuh waktu untuk menutup luka yang
terlanjur terbuat, tapi sekali lagi, cinta yang bagaimana sih ini ?
Yang terahir, ade
kelas dari jaman puber :D
Dia galau,
segalau-galaunya, galau tahap ke empat mungkin, sebenernya sih ga beda jauh sama yang lagi aku alamin *uhuk. Tapi
dia punya cara dan pandangan yang berbeda dari aku, pasti lah, masa mau sama
haha
Komunikasi. Satu kata
yang terdengar simple tapi susah banget buat di jadiin kenyataan. Miss comunication
seringnya sih itu, si dia maksudnya A, kita nangkepnya beda lagi. Ga sesuai. Ahirnya
salah faham, ujung-ujungnya sih ribut.
Biasanya ada salah
satu pihak yang merasa dirinya ‘paling benar’ sendiri, hingga pihak lainnya di
sudutkan dan menjadi terdakwa. Cape sih cape aja, tapi kita kan cewe *ups. Gausah
melimpahkan kecapean, dan menjadikan kami menjadi sosok yang paling bersalah
karna di anggap manja, tidak dewasa, tak ada pengertian, egois dan hal-hal
menyebalkan lainnya *curcol* haha
Katanya sih, si cowo
sibuk. Gatau sibuk apa, karna lagi-lagi komunikasi ternyata emang udah jarang
ada, hanya percakapan-percakapan singkat yang kosong, hambar. Dan si cewe, ya
wajarlah, katanya ‘pacar’. Kan ada sesi pengin di perhatiin, pengin di
mengerti, pengin di dengarkan, ga Cuma mengerti aja tanpa pengertian balik. Tapi
ya itu, dunia kayanya kebalik deh, malah jadi si dia yang ngerasa kalo si cewe
ini ga ada pengertian kurang dewasa, egois dan sebagainya, well siapa sih ‘si
egois’ yang sebenernya ?
Jarang ketemu. Itu masalah
selanjutnya, karna lagi-lagi akibat percakapan hambar dan sedikitnya waktu yang
di sediakan, permasalahan-permasalahan itu menumpuk seperti helaian baju yang
tlah usang di sudut lemari. Menumpuk, terabaikan. Berfikir bila nanti ada waktu
untuk ketemu mau di bicarakan dengan tuntas. Hey ? emang kamu siapa berasa bisa
ngatur waktu ? haha. Cobalah menyelesaikan masalah detik dan menit itu juga,
jangan di diemin, Cuma jadi bom waktu, yang ahirnya siapa lagi yang akan di
salahkan ? bukan si ‘Mr. Right’ pastinya !
Tadi dia cerita
panjang lebar tentang hubungannya, aku sih Cuma ketawa aja, haha. Karna faktanya
aku juga sedikit sama mengalaminya juga. Cuma nunggu waktu kapan bom waktu itu
akan meledak, beris sedikit penjelasan buatku dan teman yang satu ini bila
kalian mengerti, cinta yang bagaimana sih ini ? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar