aku menikmati sendu
malam.
Ini belum malam,
harusnya aku bisa menyadari.
Tapi apa bedanya ?
Lihat saja di luar sana, matahari dengan
angkuhnya enggan menunjukkan dirinya.
Hujan pemiliknya
sekarang
Senja berlalu tanpa
terlewati, dia menang
Menang karna dia tau
senja kali ini aku tak usah bersusah payah berusaha memejamkan mata
Meski seharian yang
aku lewati terasa penat
Senja tau, semuanya
hanya manipulasi penglihatan mereka yang tak mengerti, tak memahami
Mereka tak memahami
bilapun saat senja aku mampu tertidur, itu setelah sekian menit berlalu aku
mencoba memejamkan mata
Mencoba menenggelamkan
bayang-bayang sosoknya dalam hayalan yang absurd
Seperti dongeng
sebelum tidur, melihat wajahnya dalam pejaman mata
Seakan tau, orang
itu yang mampu tenangkan aku
Kemudian yang
terjadi ya begitulah adanya, aku benar-benar terhanyut
Tenggelam dalam
hayalan, dia ada di sini bersamaku, tak hanya bayangannya saja
Senja mengerti
dengan sangat, meski tanpa kata yang sempat ku ucap
Tapi senja bodoh,
menurutku
Dengan seperti ini,
apalagi di tambah dengan hujan yang terlalu melankonis, menusuk
Membuat sepi ini
semakin membunuhku
Aku merindukannya,
tidak mengertikah senja ?
Jika mataku tetap
terjaga, sepertinya di otakku hanya ada dia.
Senja bodoh !
Dia jauh senja, dia
jauh
Jangan buat aku
semakin tenggelam dalam kerinduan yang tak pernah mampu ku sentuh tepiannya,
aku mohon !
16 : 30 13 06 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar