Maaf mengorbankanmu untuk ini, maaf menyakiti hati lembutmu itu, aku mengerti tak semestinya kita saling menyakiti seperti ini, aku mendiamkanmu kamu mengacuhkanku. sebenarnya siapa kita ini ? apa artinya ada kamu dan aku dalam kita ? apa harus diciptakan untuk saling menyakiti; tidak bukan ? aku tak pernah berharap kita akan saling mencintai lalu kemudian saling menyakiti pula. cinta tak pernah menjadi seperti itu, sayang.
aku mengerti, kita telah terlalu lama, cinta yang kita miliki telah terdiam di hati terlalu lama. semestinya dari sekian banyak waktu yang kita lalui tak perlu lagi kita meributkan hal-hal yang sebenarnya sepele, masalah-masalah kecil, tapi entahlah, mengapa rasanya semakin berjalan kerikil-kerikil kecil itu semakin terasa, dan bodohnya kita slalu menghindarinya tanpa berusaha menyingkirkannya.
aku slalu menunggu kapan waktu yang tepat untuk memperbaiki semuanya, memperbaiki 'kita' karna dari semula aku dan kamulah yang menciptakan kata 'kita', iya bukan ? tapi aku yang slalu menunggu kapan waktu itu, kamu yang semakin tak perduli dengan 'kita', sepertinya kita sakit jiwa yah ? hehe. semuanya menjadi hal-hal yang sangat membosankan, padahal dulu ini adalah sebuah mimpi yang kita rangkai bersama, didalam 'kita' banyak janji yang telah terucap meski pada ahirnya kini janji itu hanya seperti serpihan debu terbuang percuma.
entahlah, aku hampir lupa tapi tak pernah benar-benar lupa dengan semua yang telah kita jalani selama ini. tentang mimpi-mimpi kita, janji-janji yang terlanjur terucap, dan semua hal yang sudah sama-sama kita korbankan dan kita perjuangkan bersama. semuanya sudah terlalu banyak. sesak lagi jika aku harus merangkainya sekarang, karna mungkin kamu sekarang telah lupa bahkan mengabaikannya.
satu hal yang aku sadari sekarang, semua yang kita alami sekarang tak semudah dengan apa yang kita pernah ucapkan dahulu, semuanya terasa sulit, mungkin memang semuanya sudah tak ada artinya lagi bila memang harus kita paksakan berjalan bersama. kamu melepasnya, aku pun akan melepaskannya, maafin aku ya :)
Selasa, 31 Desember 2013
Selasa, 23 Juli 2013
jangan di baca ya -_-
Semalem itu aneh, iya khasanatunnisa yang aneh, yang udah dua tahun ini menghilang ada lagi. Khasanatunnisa yang tertawa dan menangis dalam satu waktu. Apa-apaan coba ? merasa hebat eh kamu bisa keluar aer mata dan ketawa sekaligus ? :D udah kaya orang sakti aja. Kwkw
Ini, emm. Kamu yang ini udah lama menghilang icha, anis atau siapapun itu, yang jelas khasanatunnisa. Kamu udah lama ga menjadi sosok yang memiliki kepribadian ganda, yang memiliki perasaan bercabang kaya batang pohon. Kamu yang ini udah lama menghilang, kenapa harus dateng lagi coba ?
Ga lagi nostalgia kan ? haha. Terakhir kamu kaya gini kapan yah ? masih inget ga cha. Haha. Agustus 2011, iya ? gatau deh kapan. Pokoknya dua tahun yang lalu. Yang menyisakan masa-masa suram bin ajaib. Melihat semuanya dari dua sisi yang berbeda, ga nemuin titik yang sesuai akhirnya malah terurai, gamau dibahas ah males, kamu slalu ngomong gitu cha. Padahal pas itu kamu lagi down down dan down, anehnya kalo lagi kepikiran malah ketawa, ga gila kan yah ? haha
Menganggap semuanya hal sepele, ‘udahlah bukan urusan gue’. Idih si Icha haha. Cueknya kebablasan sampe pernah dibilangin mamah ‘kamu sama keluarga aja cuek, apalagi sama orang laen ?’. aku ? Cuma nyengir. Miris banget yah emang jadi orang cuek, dikatain ga peka lah apa lah. Aduh ampun nyonya, saya juga gatau kenapa saya bisa menjadi seperti itu.
Aku sadar banget, semuanya pasti ada sebabnya. Dan sebabnya ya itu, aduh ! gemes sendiri kalo inget. Dulu aku terlalu mencintai, terlalu menyayangi, terlalu berharap, dan terlalu terlalu lainnya, emang sungguh terlalu ! haha
Terlalu mencintai, saking besarnya sampai tidak memberikan kesempatan sedikitpun buat dia untuk sebaliknya mengenali perasaan dia buat aku. cinta cinta, terlalu abstrak untuk dimengerti dan dijelaskan. Aku mencintainya sungguh, dan aku slalu berusaha mencintainya dengan caraku sendiri, meski pada akhirnya dimata dia yang indah itu, caraku salah ! benarkah ? apa dia yang terlalu ga peka. Gatau deh.
Hingga pada suatu waktu dia memprotes caraku mencintainya, bilang aku egois lah, aku kurang mengerti, kurang nerima apa adanya, kurang terbuka. And then karena saya terlalu mencintainya, aku merubah semuanya. Padahal aku pikir aku kurang apa yah ? *ecielah* aku juga ga minta waktu 24 jamnya buat aku semua. Aku juga ngerti ada saatnya dia sibuk, dia pergi sama temen-temennya, dia sama keluarganya, tapi parahnya dia ga ngasih sedikit waktu dari 24 jamnya itu buat aku, salah ya kalo aku protes ? kalo aku pengin dia ngasih waktunya sedikit aja buat aku ? sungguh manajemen waktu yang dia punya buruk sekali, mungkin dia butuh manajer haha.
Yaudah deh, dia marah karena dimatanya aku slalu minta waktu yang dia punya buat aku, jadi yang seharusnya aku yang marah, malah jadi dia yang marah. Bisa kebalik gitu yah ? tapi aku Cuma bisa nangis Bombay, diem aja deh, dulu aku mikirnya gitu, seneng banget ada lagunya seventeen pas itu “selalu mengalah”. Uwwwwoow sinetron banget sih idup kamu cha, haha.
Terus aku merubah semuanya, ga minta ada dia buat aku, pokoknya ga melakukan hal-hal yang dia pikir aku terlalu menuntut dia, sialnya pas aku udah ngelakuin itu, dia bilang apa teman, mau tau ? nih bilang gini “KENAPA KAMU BERUBAH SEKARANG ?GA ADA KAMU YANG BAWEL LAGI, YANG MANJA SAMA AKU ? :( KAMU UDAH NEMUIN YANG LAIN YAH ?”. well ! aku harus teriak sama siapa ? INI KAMU YANG MINTA BODOH ! pengin banget aku maki dia pas itu. Tapi ya itu lagi-lagi ‘mengapa harus aku yang mengalah ? blablabla’ lengkap dengan tangisan Bombay. Aku bilang “maaf, aku salah lagi ya ?” aduh bego banget sih kamu icha, dasar ! efek terlalu mencintai itu haha.
Sekali lagi teman “apa yang udah kita lakuin, yang menurut kita baek, emang belum tentu baek juga dimata orang lain”. Parah benget yah, aku yang udah susah payah nahan perasaan aku sendiri, mencoba mengerti dia dibatas pengertian versi aku, malah dikatain salah lagi. Dan lagi lagi, aku mencintainya, right. TERLALU MENCINTAINYA. Sampe aku gatau, kalo mencintai itu seharusnya bisa merasakan bahagia juga, tapi aku bahagia sih dengan disakiti dia, seenggaknya dia masih ada sama aku, ga ninggalin aku, dasare kamu cha MANUSIA BODOH. HAHAHA
Pokoke itu adalah jaman-jaman dimana saya dengan sangat ikhlasnya mengerti meski tanpa dimengerti balik, memahami tanpa dipahami balik. Mencoba menjadi yang dia ‘mau’. Tanpa aku nuntut dia buat jadi yang aku ‘mau’. Well, bukannya hidup itu hubungan timbal balik yah ? terus kalo yang ini apa namanya teman ? tempang. Mungkin lebih tepatnya itu. Kacau deh pokoknya. Aku sampe gatau lagi dimana sifat aku yang harus aku perbaiki, sungguh aku juga ga pernah marah tiap dia pergi atau maen atau contact atau apalah sama manteman cewe dia, aku g a p e r n a h m a r a h !, tapi dia ? haha jangan tanya deh, udah kaya apa banget, posesif um ! aku paling tanya, kalo dia udah ngasih tau yaudah, titik. Cuma sampai itu aja ga alih profesi jadi wartawan apalagi detektif kesiangan yang berusaha ngepoin segala aktifitas dia diluaran sana.
Damn ! akhirnya aku merasa lelah, LELAH teman :’) aku yang mencoba mempertahankan semuanya, dan yaa pada akhirnya aku melepaskan, meski selepas itu terlau terlalu masih bersemayam, masih berharap. Tapi dia dengan mudahnya menunjukkan keeksisannya buat menaklukan hati wanita, menggandeng sosok lain dihadapan mata saya sendiri tanpa pembatas. Tersenyum, aneh sekali. Menyakiti orang lain memang terasa menyenangkan yah HAHA.
Ya gitu wis aku trauma. Haha. Sungguh trauma berusaha mati-matian mempertahankan sosoknya. Imbasnya aku ga peduli lagi, orang mau apa kek, mau gimana kek, terserah. Satu kata ‘yang penting dia ga ngusik idup aku’. Simple kan ? dan aku menjadi sosok yang benar-benar ga peduli sama orang lain, apalagi sama diri sendiri, sama Tuhan aja jauh. Aku nyesel ? iya pasti, tapi udah kelewatan juga mau diapain lagi haha.
Dan sekarang :”) haha. Semoga waktu waktu itu ga terulang lagi, ga boleh kepikiran gitu, kata mamud. Aku positif thingking kok, sekarang aku mau nyoba ngerti, mencintai dengan arti yang berbeda gatau yang bagaimana, mengerti dengan arti yang berbeda pula, gatau yang gimana juga. Diam saja, nanti aku tunjukkan , tenang. Tapi kalo caraku salah lagi, maaf.
10:17 20052013
siapa 'si egois' dan 'si korban keegoisan' ?
“kamu egois !” kemarin kamu datang padaku, marah-marah, menangis. Cengeng sekali. Mengatakan aku egois. Hey, lihatlah siapa kamu, bagaimana wujudmu, apa perlu ku ambilkan cermin ? tak bisakah kamu lihat sendiri, siapa sebenarnya yang egois dalam kisah ini, kamu atau aku ? kekanakkan ! menumpahkan segalanya padaku.
Ingatlah lagi, kemarin beberapa hari yang lalu. Ku temukan kamu di sana bersama dia, dia yang aku juga gatau siapa namanya, temanmu atau bukan, kamu tertawa lepas sembari sesekali bermanja-manja padanya, aku ? diam saja. Aku tak mengerti, itu dimuka umum. Kamu merangkulnya, manis sekali. Siapapun yang melihat pasti menyangka, dia kekasihmu. Dan aku ? tersenyum miris !
Ya memang kita tak pernah menunjukkan, kita ? lebih tepatnya aku dan kamu. Tak pernah memperlihatkan dimuka ‘umum’ tentang bagaimana kita, bagaimana status kita. Apakah itu penting ? itu yang dulu kamu dan aku fikirkan. Hubungan kita, 1 tahun lamanya. Aku mengerti kamu, kamu mengerti aku. Cukup kita saja yang tahu, itu katamu dulu kan ? tak perlu diumbar-umbar.
Tapi faktanya sekarang ? lihatlah sendiri orang-orang benar-benar tidak tau bagaimana hubungan kita, hanya menyangka kita sebatas ‘teman dekat’ sekali lagi ‘teman’. Dengan bodohnya kemarin mereka bertanya padaku “eh itu pacar barunya ya ? kamu ga cemburu, kan kalian ‘akrab’.” Nusuk ! iya. Sakit sekali mendengarnya, tapi ya itu aku ga bisa nyalahin mereka. Memang yang terlihat seperti itu kan ?
Sekarang kamu memohon-mohon, karna perubahan sifatku. Tak bisa mentolelir kebersamaanmu bersama ‘dia’. Aku muak, apa kamu tau ? ini bukan sekali dua kali. Entah keberapa kali. Dan aku slalu saja memaafkanmu, karna kamu bilang ‘hanya teman’. Aku mempercayainya, baik sekali kan aku ? ini yang terahir, dan itu benar-benar membuatku muak.
Aku mendiamkanmu, sepertinya aku mulai merelakan jika memang kamu ingin bersamanya, pergilah, aku tak akan pernah berusaha menahanmu. Karna menahanmu pun percuma, membuang energi dan waktu. Aku yang slalu mencoba mempertahankan, dan kamu dengan egoisnya selalu memberi celah pada mereka untuk mendekatimu. Miris sekali yah menjadi aku ?
Lalu kini, apa kamu tetap akan men’cap aku sebagai ‘egois’ ? jika memang faktanya kamu lebih menempatkan ragamu di sana bersama orang lain meski hatimu bersamaku. Kamu sakit. Iya. Pergilah, sungguh, aku tak akan mencoba menahanmu seperti yang dulu-dulu itu, aku melepaskannya dengan mudah, meski awalnya dengan payah.
Kamu mungkin butuh sedikit pengobatan untuk ‘sakit’mu itu. Dan maaf obat itu bukan aku.
*lagi rajin nulis 11:33 16052013
Kamis, 18 Juli 2013
laki-laki dengan sejuta cinta di hatinya
Gue ga terbiasa dengan semua ini, memiliki raga
loe tapi ga memiliki hati loe juga, apa loe fikir ini semua adil buat gue ?
beri gue jawaban kalo emang iya di fikiran loe semua ini adil buat gue. Karna gue
masih nyimpen sejuta pertanyaan yang herannya beberapa hari ini ngusik
difikiran gue. Seharusnya gue ga terlalu bergantung sama loe, gak usah ngasih
sepenuhnya hati gue ke loe karna nyatanya hati loe bener-bener belum gue
miliki.
Miris banget yah jadi gue, mengagumi loe
setinggi langit, tapi nyatanya yang gue kagumi bukan orang yang pantes buat
dapetin rasa kagum gue, yaa gue sih agak ngerti sedikit sekarang loe emang
seharusnya bener-bener gak ada di hidup gue kalo niat loe dari awal Cuma buat
nyakitin gue. Gue rasa gue terlalu indah buat loe sakitin dengan cara pecundang
kaya gitu. Loe bukan siapa-siapa kalo loe mau nyadar diri sedikit.
Iya sih, loe emang sedikit istimewa dibanding yang
laen, eit jangan GeEr dulu, sedikit doang lebihnya loe ya ? loe mudah
ngeluluhin hati semua cewe, baru deket sekalipun, loe pasti dengan suksesnya
ngeluluhin hati mereka. Ini nih yang gue sesalin, kenapa gue harus ada di dalam
daftar cewe-cewe yang udah loe sakitin, sial ! dulu gue fikir gue ga sebodoh
ini, tapi nyatanya setelah ngadepin loe, aih ! persetan dengan loe yang terlalu
mempesona !
Awalnya gue biasa-biasa aja ngenal loe, tapi
gatau kenapa beberapa bulan terakhir nama loe menjadi terlalu deket dengan gue,
berawal dari teman gak jelas itu yang ahirnya marah sama gue gara-gara gue yang
lebih cepet deket sama loe bukan dia yang sejak awal udah mengagumi loe -_- haa
harusnya dia berterimakasih sama gue karna dia ga perlu ngerasain perasaan kaya
yang gue rasain sekarang. Harusnya loh yah harusnya, tapi faktanya dia sekarang
kaya benci tujuh turunan gitu sama gue, idih demi seorang cowo yang gak banget
kaya loe dia ngejauhin gue, damn again !
Loe itu terlalu manis, hmm bukan ! loe tuh
terlalu pinter nyembunyiin kebusukan loe di muka manis loe yang kaya malaikat
itu, err~ sayang banget dah Tuhan ngasih muka manis ke elu gitu, ga bermanfaat mubadzir ! karna yang terjadi loe memanfaatkan muka
manis loe itu buat nyakitin cewe-cewe di sekitar loe. Emangnya ibu loe bukan
dari spesies wanita juga yah ? sampe segitu teganya nyakitin banyak cewe demi
perasaan loe yang ga jelas itu.
Harusnya loe ngerti gue lagi gak maen-maen sama
loe, this is not a joke boy ! NOT A JOKE ! gue nyoba dari awal sebisa
gue buat mencintai loe sepenuh hati gue, karna dari awalpun loe udah bilang
gitu, bahkan jauh sebelum hati gue ngarah ke hati loe. Loe yang ngedeketin gue
duluan ! yang mohon-mohon segala, ih gregetan sendiri tiap inget
kejadian-kejadian itu, ga nyangka yah muka polos loe ternyata busuk banget !gue
kira, gue kira semuanya itu jujur apa adanya dari hati loe, tapi emang yah gue
yang bego banget ! kamfreet ! gak Cuma sekali ini gue nemuin cowo kayak loe,
tapi kayaknya emang ini bakat bawaan loe dari lahir haha sampe gue gak bisa
dapet sinyal ke busukan loe dari awal !
Hari ini annive ke tujuh kita, well gue akuin
loe hebat banget bisa nutupin semuanya selama tujuh bulan, t u j u h b u l a n
bayangkan ! dengan mudahnya loe pendem semua itu sendiri. Kemarin, Dia cewe itu
datang ke gue Cuma mau nanya “loe pacar gue bukan ?” . denger baek-baek dia Tanya
gitu maksudnya apa coba ? awalnya gue kaget ngapain tuh cewe cantik muka Barbie
nyamperin gue, ternyata dia Cuma mau Tanya gitu kerajinan banget gak sih ? apa
pentingnya hubungan loe sama gue buat dia ? usut di usut ternyata dia bilang ke
gue akhirnya, “gue juga pacar dia udah lima bulan ini” haaa bayangkan apa yang
harus gue katakana ke dia ?kaget iya, enek iya, rasanya pengen banget
ngacak-ngacak rambut pirang cewe itu tapi gue sadar dia bukan boneka Barbie beneran
kaya punya ponakan-ponakan gue yang biasa gue acak-acak dan gue rubah bentuknya
semau gue, sayang banget dia bukan boneka beneran ! -_-
Setelah gue simak baek-baek cerita dia yang
panjang lebar walaupun Cuma berapa persen aja yang bener-bener masuk ke telinga
gue. Gue nemuin kesimpulannya, emang elo makhluk yang paling bertanggung jawab
dengan semua ini, gue gak bisa nyalahin dia karna emang dia adalah ‘korban’ ga
jauh beda sama gue ! aaaah ! harusnya gue bunuh loe sekarang juga di depan dia,
karna cowo kayak loe yang udah buat cewe secantik Barbie itu nangis, kalo gue
sih sorry banget nangis beringus-ingus buat loe.
Dan sekarang loe tepat di hadapan gue, dan gue masih
dengan begonya gak bisa ngomong apa-apa, ga kayak kemaren pas emosi gue memuncak
buat ngabisin loe saat itu juga. Sekarang gue Cuma diem seribu bahasa, mandeng
muka malaikat loe itu, ya Tuhan gue terlalu sayang sama elo bodoh ! udah
terlalu banyak hal-hal yang kita lakuin. Tapi loe dengan mudahnya ngancurin itu
semua kayak debu ketiup angin, ga berarti. Loe jahat banget, lebih jahat dari
siapapun yang pernah gue kenal.
Udah deh ini semua udah gak ada arti apa-apa
lagi buat gue, terserah loe mau nangis darah juga gue gak mau peduli. Muka malaikat
loe yang sok polos itu sekarang ga bisa lagi ngeluluhin hati gue yang udah
terlalu lama loe boongin. Gue rasa semuanya udah cukup, loe ga penting
sekarang. Cuma pengen bilang makasih aja, ternyata gak selamanya kejujuran itu
bisa dilihat dari mata, karna kadang mata juga bisa boong, apalagi mata milik
orang yang udah berbakat jadi penipu ulung sejak lahir kaya loe.
Rabu, 17 Juli 2013
untukmu yang di sana~
Untukmu
yang disana
Yang
datang dengan segala cinta cerita dan tawa
Untukmu
yang disana yang tlah berbahagia
Dengan
apapun yang tlah kau dapatkan saat ini
Untukmu
yang disana
Yang
tlah mengajarkanku berbagai hal
Tentang
bagaimana mencintai
Menyukai,
mengagumi, dan merindukan seseorang
Yang
tlah membuatku mengerti
Betapa
menunggu adalah sesuatu yang sangat menyakitkan
Yang
membuatku mengerti
Saat
kehilangan seseorang yang kita sayangi tak ada salahnya kita mengeluarkan air
mata
Karna
kita tau air mata kita sebagai tanda
Bahwa
kita tak ingin kehilangannya
Untukmu
yang disana
Yang
tlah memberi tahuku
Arti
dari memiliki
Arti
dari mendapatkan sesuatu yang tlah kita perjuangkan
Arti
untuk saling memahami, mengerti, merasakan dan mendengarkan orang lain :)
Terimakasih
untuk segalanya
Untuk
apa yang kau beri
Untuk
apa yang kau ajarkan
Karna
kau tlah membuatku mengerti
Apa
itu menyakitkan
Kecewa,
gundah, resah, dan hampa
Kau
tlah ajarkan sgalanya.
Terima
kasih untuk semuanya :)
Ini
saatnya aku tuk nglepasin semuanya :)
00:27
29 januari 2012
remember
Kamu
tau gak ?
Kenapa
sekarang aku gak suka liatin langit malem lagi ?
Karna
langit malam slalu ingetin aku tentang kamu.
Gak
cerah gak mendung.
Ada
bintang, ataupun hujan.
Semuanya
ingetin aku sama kamu.
Ingetin
ke harapannya aku dulu ke kamu.
Ingetin
ke gundahnya aku karna kamu.
Ingetin
ke kerinduannya aku ke kamu.
Ingetin
aku ke malam-malam yang pernah aku lewatin bersamamu.
Semuanya
ingetin aku sama kamu.
Inget
nangisnya aku karna kamu.
Inget
senyumnya aku karna kamu.
Inget
tawanya aku karna kamu.
Inget
marahnya aku karna kamu.
Aku
jadi inget semua tiap liat langit malem.
Inget
penantiannya aku.
Inget
doanya aku.
Inget
keyakinannya aku.
Inget
janji kita.
Aku
benci inget semua itu.
Walau
terkadang aku merindukannya :)
01:31
27 Maret 2012
maaf~
Kamu itu abu-abu dalam hidupnya aku. Abstrak gak jelas !
Apa susahnya buat jadi putih ? atau hitam sekalian biar
lebih jelas, daripada abu-abu, gak jelas dan nyakitin.
Kamu juga kaya angin, dateng bawa kesejukan, tapi cepet
perginya, dan setiap kamu pergi itu sangat nyiksa.
Kamu anggep aku apa ? pelabuhan hati kamu ? setelah kamu
cape berlayar ke hati yang lain kamu dateng ke aku ?
Kamu anggep aku apa ? cermin kamu ? saat kamu di sakiti
orang lain, kamu bercermin ke aku yang mau nerima kamu apa adanya ?
Kamu dateng dan pergi semau kamu, sesuka hati kamu, emang
kamu fikir kamu siapa ?
Apa kamu punya hak buat nyakitin aku ? apa kamu punya hak
buat gantungin perasaan aku ?
7 tahun itu udah terlalu lama, aku sadar itu sekarang, aku
lelah selama itu berharap sama kamu, aku lelah nunggu perasaannya kamu sama
dengan apa yang aku rasain. Aku lelah mikirin kamu. Aku lelah nangis buat kamu,
sampe aer mata aku kering dan gak bisa nangis lagi buat kamu. Aku lelah :)
Maaf aku sekarang berubah, maaf kalau aku gak kaya dulu
lagi, maafin aku yang gak peduli, maafin aku :) aku Cuma gak bisa boongin
perasaannya aku, rasa itu udah bener-bener pergi, gak ada sisa dan gak ada
bekas, tinggal kenangan itu, iya kenangan itu yang gak bisa aku lupain, tinggal
kenangan itu yang mungkin bakal bertahan.
Maaf aku gak bisa kembali, kamu dan aku udah sama-sama
berubah, kamu nikmatin hidup kamu yang sekarang, aku juga :)
21:55
24 Maret 2012
Senin, 15 Juli 2013
pernah gak ?
Pernah
gak kamu ngerasain kaya aku ?
Saat aku berharap
Kau tak
harapkanku
Saat ku mulai tak
berharap
Dan mencoba mulai
menjauh darimu
Namun kau malah
mengharapkanku
Apa
kamu tau ?
Gimana rasanya
jadi aku dan perasaanku
Saat ku MENGHARAPKANMU
Namun kamu malah
mengharapkan yang LAIN
Saat aku MEMIKIRKANMU
Entah SIAPA yang kau fikirkan
Saat ku MERINDUKANMU
Kau hanya
merindukan yang LAIN
Saat aku MENGHAWATIRKANMU
Kamu berharap DIA yang menghawatirkanmu
Apa
kamu pernah peduli ?
Saat kau MENANGIS karna gundahmu AKAN
DIA
Aku pun MENANGIS
Karma bukan aku
yang kau GUNDAHKAN
Saat kau TERLUKA karma DIA
bersamanya
Aku pun TERLUKA karma kau HARAPKANNYA
Apa
kamu mengerti ?
Saat kau harapkan
SESUATU
Aku berusaha tuk BERIKANNYA
Saat kau MENANGIS
Aku ingin jadi ORANG PERTAMA
Yang ada UNTUKMU
Tapi
sekarang kamu mau apa ?
Saat kau mulai PEDULI PADAKU
Aku mulai LELAH
Saat kau mulai MEMPERHATIKANKU
Aku mulai JENUH
Saat kau mulai KHAWATIRKANKU
Aku mulai JENGAH
Lalu
kamu mau bagaimana ?
Saat kau mulai MENYAYANGIKU
Aku telah MELEPASKAN rasaku
Saat kau mulai MENDEKATIKU
Aku telah MENJAUHIMU
Saat kau mulai MENCINTAIKU
Aku telah MEMBENCIMU
Kamu
Tanya mauku apa ?
Mauku hanya MENJAUH darimu
Dan melepaskan
sgala RASA dan ASA
Yang pernah ku
beri PADAMU :)
14:30
10 januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)